Terus Lebarkan Sayap, Ponpes Fantastis Bangun Cabang di Bima NTB

0
42

KABARLAGI.COM, Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Fantastis terus mengembangkan sayap untuk membangun dan mendirikan pondok pesantren bagi Hafizh (penghafal) Al-Qur’an.

Pimpinan ponpes Tahfizh Qur’an Fantastis, Ustadz Ahmad Yasin mengatakan dalam waktu dekat pihaknya akan membangun Cabang pesantren pencetak penghafal Qur’an di Desa Bolo, Kecamatan Madapangga, Kabupaten Bima, NTB.

“Insya Allah, Cabang ke Lima akan dibangun di desa Bolo, sebagai bentuk pengabdian pada kampung halaman dan tanah kelahiran itu sendiri,” kata Yasin kepada kabarlagi, Senin (28/9/20).

Yasin menceritakan Pondok Pesantren Tahfizh Qur’an Fantastis berdiri pada 1 Juni 2016 di Kota Depok-Jakarta. Pondok Pesantren ini telah memiliki Empat (4) Cabang, tersebar di daerah Bogor.

Sejak awal pendirian hingga saat ini kata Yasin jumlah santri di pesantren Tahfizh Quran fantastis telah mencapai 800 orang yang berasal dari berbagai wilayah di Indonesia, mulai Sabang sampai Merauke.

“Selain berasal dari dalam negeri, ada juga para santri yang berasal dari luar negeri. Seperti dari Malaysia, Singapura, dan Australia,” papar Ahmad Yasin.

Yasin menjelaskan, lebih dari 200 dari 800 alumni telah menyelesaikan hafalan Al Qur’an 30 juz.

“Sedangkan sisanya ada yang sudah menghafal 20 juz, 10 juz dan seterusnya, sesuai dengan program masing masing,” katanya.

Lebih lanjut Yasin mengatakan, pada tahun 2017 Ponpes Fantastis pernah membuka Program Karantina selama 6 bulan untuk menghafal Al Qur’an 30 juz yang berlokasi di desa Bolo, dengan menyewa rumah warga sekitar.

“Jumlah santri pada saat itu sekitar lima puluh (50) orang. Lebih dari 20 orang yang berhasil menyelesaikan hafalan 30 juz dalam waktu cepat. Sayangnya, program tersebut terhenti karena keterbatasan dana operasional Santri,” katanya.

Yasin menjelaskan, keberhasilan Pondok Pesantren Tahfiz Qur’an Fantastis, tak lepas dari dukungan dari banyak pihak. Mulai dari Pemerintah, tokoh Agama, tokoh masyarakat, para donatur, para wali santri/Orang Tua dan Para guru.

“Tiga orang tokoh yang berperan besar dalam membimbing dan membantu mewujudkan kegiatan ini, yakni kanda TG.KH. Husni Ismail yang merupakan Imam Masjid Istiqlal Jakarta. Dr. Hermawan Saputra sebagai kawan di Universitas Indonesia yang ikut menggagas lahirnya Ponpes Fantastis, serta Qori Internasional Ustad Syamsuri Firdaus, yang merupakan sala satu guru yang mengajar para santri di Ponpes Pusat yang berada di Kota Depok,” jelasnya.

Yasin berharap, dengan hadirnya Ponpes Fantastis di Kabupaten Bima, dapat menjadi salah satu lembaga pendidikan keagamaan yang bermutu serta turut membantu program pemerintah.

“Kita berharap dengan adanya ponpes Fantastis di Bima dapat mencerdaskan generasi bangsa, yang kaya akan ilmu agama dan wawasan intelektual,” tandasnya.[]