Kabar Utama

UI dan BPDPKS Hadirkan Santripreneur Berbasis UKMK Sawit untuk Berdayakan Ekonomi Daerah

KABARLAGI.COM, Wakil Presiden RI, Ma’ruf Amin meresmikan program pengembangan potensi santripreneur berbasis UKMK sawit sebagai program pemberdayaan ekonomi daerah.

Santripreneur diprakarsai oleh Pusat Ekonomi dan Bisnis Syariah (PEBS) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEB UI) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) Kementerian Keuangan dan didukung oleh Ikatan Ahli Ekonomi Islam (IAEI).

Peresmian Program Santripreneur dilakukan secara daring pada Kamis (1/10/20) kemarin, acara tersebut turut dihadiri oleh Menteri Keuangan RI dan Ketua Umum DPP IAEI Sri Mulyani Indrawati, Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi, Gubernur Riau Syamsuar, Gubernur Sumatera Selatan yang diwakili oleh Kepala Dinas Perkebunan Sumatera Selatan, Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian Kasdi Subagyono, dan Rektor UI Prof. Ari Kuncoro.

Dalam arahannya, Ma’ruf Amin menyampaikan, industri dan perkebunan kelapa sawit merupakan sektor andalan yang berkontribusi besar bagi pembangunan di Indonesia.

Indonesia kata Ma’ruf juga menguasai 55 persen pangsa pasar kelapa sawit ekspor global. Kini, akibat pandemi COVID-19, kinerja ekspor minyak sawit di Indonesia mengalami penurunan 11% pada semester satu 2020 dibanding dengan periode yang sama pada tahun lalu.

“Diperlukan upaya penguatan pasar domestik melalui kolaborasi. Dengan menggandeng pesantren sebagai aset umat, akan mendukung penguatan kolaborasi untuk pengembangan usaha kelapa sawit,” kata Ma’ruf dalam keterangan tertulis, Jumat (2/10/20).

Lebih lanjut, Ma’ruf Amin mengatakan bahwa pesantren memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai pusat pendidikan dakwah, melainkan juga mampu menjadi pusat pemberdayaan perekonomian masyarakat.

Menurutnya, sejumlah pesantren telah terbukti mampu melakukan pengembangan ekonomi masyarakat setempat.

“Pemerintah menyambut baik Program Santripreneur Berbasis UKMK Sawit sebagai upaya pengembangan ekonomi sektor riil di pesantren,” katanya.

Ma’ruf berharap melalui program ini, dapat melahirkan santripreneur yang berkarakter kuat mandiri dan mampu berikan kemanfaatan bagi masyarakat sekitar.

“Saya menyebutkan sebagai Santri Gus-Iwan atau Santri Bagus, Pintar Ngaji, dan Usahawan dalam berbagai sektor. Ke depannya, pesantren kelak tidak hanya menjadi pusat pencetak ulama dan paham agama, tetapi juga pesantren mampu menjadi pusat dakwah, pusat inovasi, dan pusat pemberdayaan ekonomi,” pungkasnya.[]

Redaksi Kabarlagi

Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

Back to top button
Close