Ini Langkah KPU Depok Atasi Kluster Pilkada Covid-19, Masyarakat Tak Perlu Khawatir ke TPS

0
32

KABARLAGI.COM, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna mengatakan pihaknya akan berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari adanya kluster Pilkada Covid-19 pada saat hari pencoblosan 9 Desember nanti.

“Perlu kami sampaikan, nanti sebelum bertugas, petugas di TPS itu akan kita lakukan rapid test terlebih dahulu, kami juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, Gugus Tugas, kepala Puskesmas se-kota Depok, untuk memfasilitasi nanti kegiatan rapid tes yang akan kami lakukan,” kata Nana kepada kabarlagi dikantornya belum lama ini.

Nana mengatakan KPU Kota Depok akan melakukan Rapid Test terhadap ribuan petugas yang akan terjun langsung ke satiap Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Dalam rekrutmen petugas kami di TPS ada 9 orang. Kalau 9 orang dikali 4.015 (TPS) ada 36.135 orang yang kami akan semua pastikan sebelum mereka bertugas mereka dalam keadaan yang sehat dan tidak terpapar Covid-19,” katanya.

Sementara untuk masyarakat, Nana mengatakan nantinya pihaknya akan memberlakukan beberapa hal baru yang sesuai dengan standar protokol Kesehatan Covid-19.

“Untuk masyarakatnya nanti di TPS itu, kami akan memberlakukan hal-hal baru yang kita akan lakukan. Pertama hal baru itu kita akan melakukan pembatasan jumlah maksimal pemilih, tadinya 800 sekarang 500,” kata Nana.

Kemudian yang kedua kata Nana, KPU akan melakukan pengaturan jadwal kedatangan pemilih ke TPS.

“Jadi kita akan kasih jadwal ada yang jam 7 sampai jam 8, misalnya keluarga A pukul 08.00-09.00 WIB, supaya tidak ada kerumuman,” katanya.

Lebih lanjut Nana mengatakan, sebelum dibuka waktu pencoblosan, pihaknya akan mensterilkan TPS terlebih dahulu dengan melakukan penyemprotan disinfektan.

“Kemudian bangkunya kita atur (jaga jarak) baik itu petugas KPPS dan pemilih, kemudian pemilih akan dicek suhu suhunya,” katanya.

Tidak hanya itu, pemilih nantinya kata Nana juga akan difasilitasi dengan alat cuci tangan, dan hand sanitizer.

“Kita juga akan berikan sarung tangan sekali pakai kepada pemilih, masuk dia setelah menggunakan hak pilihnya Kemudian sarung tangannya dilepas kemudian tintanya kalau dulu dicelup esok itu ditetes,” katanya.

Selain itu, Nana mengatakan, pihaknya juga menyiapkan Hazmat dua per TPS. Hal itu jelas Nana akan digunakan ketika ada pemilih yang jatuh tiba-tiba, pingsan, atau meninggal mendadak.

“Nantinya Hazmat tersebut akan digunakan oleh petugas KPPS, petugas KPPS nantinya akan mengamankan terlebih dahulu surat suara dengan memasukkan ke kotak suara, kemudian mengangkat pemilih ke ambulan,” pungkasnya.[]