Mahasiswa KTTI UI Bekali Jiwa Wirausaha Santri Ponpes Ibnu Sina Bogor

0
1

KABARLAGI.COM, Salah satu sektor yang paling terdampak pandemi Covid-19 adalah Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Di lain sisi, sektor UMKM merupakan sektor yang potensial untuk membangkitkan kembali perekonomian di negeri ini. Merujuk data resmi, sekitar 97 persen lapangan kerja tersedia dari UMKM, namun hanya 3 dari 10 pengusaha di Indonesia termasuk kategori wirausaha.

Sementara, pertumbuhan wirausaha dan UMKM menjadi penting ke depannya. Hal itu mengingat ancaman bonus demografi atau lebih banyaknya usia produktif dibanding ketersediaan lapangan pekerjaan, apalagi di saat pandemi seperti ini banyak yang kehilangan pekerjaan.
 
Menyikapi tantangan tersebut, mahasiswa Program Studi Kajian Wilayah Timur Tengah dan Isam (KTTI) Peminatan Ekonomi Syariah Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) memberikan bekal menumbuhkan jiwa wirausaha melalui kegiatan pengabdian masyarakat (Pengmas) UI di pondok pesantren Ibnu Sina, Jl. Raya Cikampak Jl. Raya Segog, Cibening, Kec. Pamijahan, Bogor, Jawa Barat, beberapa waktu lalu.
 
Pengmas bertema ‘Aksi UI untuk Negeri, Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship di Lingkungan Pesantren pada masa Pandemi COVID-19’ ini digelar melalui daring dan luring dengan mematuhi protokol kesehatan. Tim pengmas KTTI UI terdiri dari Ika Yulita, Febryna Rizka, Suhail, dan Syarifa Rahmi.
 
Pembina pengmas KTTI UI, Dr. Nurwahidin dalam sambutannya mengatakan pesantren sekarang ini telah banyak melakukan perubahan hal itu disebabkan oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, serta tuntutan masyarakat dan kebijakan pemerintah berkaitan dengan sistem pendidikan.
 
“Pesantren merupakan akar pendidikan kemandirian di Indonesia jika disandingkan dengan lembaga pendidikan yang pernah muncul di Indonesia, pesantren merupakan sistem pendidikan tertua saat ini dan dianggap sebagai produk budaya Indonesia yang indigenous,” kata Dr. Nurwahidin dalam keterangannya di Depok, Kamis (15/10).
 
Lebih lanjut ia menambahkan, menumbuhkan jiwa wirausaha di tengah pandemi harus disosialisasikan ke seluruh masyarakat, termasuk di kalangan pesantren. Seiring dengan perkembangan zaman serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, ponpes juga terus berbenah diri dan meningkatkan kualitas pendidikannya, baik dalam materi/kurikulumnya, maupun metode pembelajarannya.
 
Menurutnya pendidikan ketrampilan juga mendapat perhatian di berbagai ponpes guna membekali para santri untuk kehidupan masa depan.
 
“Pendidikan ketrampilan pada umumnya disesuaikan dengan keadaan dan potensi lingkungan pesantren, seperti ketrampilan wirausaha di bidang peternakan, pertanian, perkebunan dan perdagangan,” katanya.
 
Sementara itu, pimpinan Pondok Pesantren Ibnu Sina, Kabupaten Bogor, Muhammad Iqbal mendukung ikhtiar tim pengmas UI untuk menumbuhkan jiwa wirausaha di kalangan santrinya. Pasalnya, saat ini salah satu tantangan global adalah sektor wirausaha.
 
“Pembekalan kewirausahaan bagi para santri kami merupakan langkah strategis,” katanya.
 
Ketua Pengabdian Masyarakat KTTI UI, Zulhendra berharap semoga dengan digelarnya pengabdian masyarakat KTTI UI bisa membantu menumbuhkan jiwa entrepreneur santri meski di masa pandemi yang sulit ini.
 
Dalam kesempatan itu, pihaknya juga memberikan paket berupa satu unit wastafel yang diberikan dalam bentuk simbolis kepada pimpinan ponpes Ibnu Sina.
 
Sebelumnya, tim pengmas KTTI UI menggelar webinar bertema ‘Menumbuhkan Jiwa Entrepreneurship di Lingkungan Pesantren pada Masa Pandemi COVID-19’, dengan pemateri founder Imtiyaz Property, pengusaha retail dan bankir syariah, Ahmad Fauqi. ***