25.2 C
Jakarta
Jumat, Januari 15, 2021

Wapres Ma’ruf Amin Minta Kepala Daerah Komitmen Turunkan Stunting

KABARLAGI.COM, Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta seluruh kepala daerah memiliki komitmen tegas dalam menurunkan angka prevalensi kekerdilan pada anak, mengingat anggaran yang diberikan pemerintah pusat cukup besar untuk percepatan penurunan stunting (kekerdilan) tersebut.

“Dengan komitmen yang kuat dari kepala daerah, pencegahan stunting dapat dijadikan sebagai prioritas pembangunan di daerah; dan semua sumber daya yang diperlukan dapat dimobilisasi untuk pencegahan stunting,” kata Ma’ruf Amin saat membuka Rapat Koordinasi Teknis (Rakortek) Percepatan Pencegahan Stunting secara virtual dari Jakarta, Rabu (21/10/20).

Ma’ruf Amin mengatakan sebenarnya sudah banyak anggaran dan program percepatan penurunan stunting yang disusun Pemerintah pusat, melalui kementerian dan lembaga pemerintah non-kementerian (K/L), untuk dijalankan oleh pemerintah daerah.

“Berbagai program ini sudah dijalankan oleh kementerian/lembaga sesuai tugas dan kewenangannya. Bahkan dana desa yang dikelola pemerintah desa pun sudah banyak yang mengalokasikan anggaran untuk pencegahan stunting,” ujarnya.

Karena itu, Ma’ruf Amin meminta seluruh bupati dan wali kota dapat memanfaatkan anggaran dan mengimplementasikan program-program tersebut dengan tepat.

“Oleh karena itu, sebetulnya sudah banyak program dan kegiatan yang dibiayai oleh berbagai sumber anggaran untuk pencegahan stunting yang ditujukan untuk satu daerah bahkan sampai pada tingkatan desa,” kata Wapres selaku Ketua Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K).

Penanganan stunting secara garis besar dilakukan melalui intervensi gizi spesifik, berupa peningkatan gizi dan kesehatan, serta intervensi gizi sensitif, seperti penyediaan air bersih dan sanitasi.

Keduanya memiliki 70 persen peran dari keseluruhan upaya penanganan stunting untuk menurunkan prevalensi kekerdilan pada anak tersebut.[]

Redaksi Kabarlagihttps://www.kabarlagi.com
Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

Kemenag Depok Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Covid-19

Kabarlagi.Com-- Program vaksinasi untuk melawan Covid-19 sudah mulai dilakukan pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin. Sementara di Kota Depok, Kepala Kementerian...

Peluncuran Vaksinasi Pertama di Kota Depok Dimulai di RS Ui

KabarLagi.Com-Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjadi lokasi kegiatan peluncuran program vaksinasi Covid-19 di Kota Depok pada Kamis (14/1/2021). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 pejabat...

Ibu sebagai Pahlawan Cegah Covid 19

Oleh : Kombes Pol Noviar, S.I.K (Direktur Lalu Lintas Polda NTB) Seorang Ibu memegang peranan penting dalam menyetop penyebaran pandemi infeksi virus corona atau Covid...

Stay Connected

21,363FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

Kemenag Depok Ajak Masyarakat Dukung Vaksin Covid-19

Kabarlagi.Com-- Program vaksinasi untuk melawan Covid-19 sudah mulai dilakukan pemerintah. Bahkan Presiden Jokowi menjadi orang pertama yang mendapatkan vaksin. Sementara di Kota Depok, Kepala Kementerian...

Peluncuran Vaksinasi Pertama di Kota Depok Dimulai di RS Ui

KabarLagi.Com-Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI) menjadi lokasi kegiatan peluncuran program vaksinasi Covid-19 di Kota Depok pada Kamis (14/1/2021). Dalam kegiatan tersebut, sebanyak 10 pejabat...

Ibu sebagai Pahlawan Cegah Covid 19

Oleh : Kombes Pol Noviar, S.I.K (Direktur Lalu Lintas Polda NTB) Seorang Ibu memegang peranan penting dalam menyetop penyebaran pandemi infeksi virus corona atau Covid...

Sebanyak 670 Pegawai PPK dan CPNS Diajukan Pemkot Depok Ke Kemendagri

KabarLagi.Com--Sebanyak 670 formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) diajukan Pemerintah Kota Depok Ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara...

Penerima Vaksin Sinovac Ini Syaratnya

KabarLagi.Com- Syarat penerima vaksin Sinovac adalah orang yang berusia 18-59 tahun, dan tidak memiliki beberapa riwayat yang sudah ditentukan.  Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan...