26.9 C
Jakarta
Jumat, Januari 22, 2021

Mahasiswa FTUI Raih Juara Tiga Dunia Kompetisi “Metal Cup” Gold Season

KABARLAGI.COM, Sepuluh mahasiswa Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berhasil meraih Juara Tiga Dunia pada ajang kompetisi internasional Metal Cup 2020.

Para mahasiswa tersebut juga berhasil menorehkan catatan sejarah, menjadi tim pertama dari Indonesia yang berhasil menembus babak grand final pada kompetisi Metal Cup.

Tim dari UI merupakan tim termuda diantara 75 tim kontestan dari seluruh penjuru dunia – yang didominasi oleh mahasiswa S2 dan S3. Kompetisi Metal Cup 2020 berlangsung secara virtual dari Wenzhou, China pada 17 – 21 Oktober 2020.

Metal Cup 2020 – Gold Season merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar di bidang industri metalurgi. Event ini merupakan rangkaian dari kegiatan World Young Engineering Summit 2020 yang diselenggarakan oleh Youth Platform of Professional Metallurgists (YPPM).

Kesepuluh mahasiswa FTUI yang ikut dalam kompetisi tersebut adalah: Maurice Efroza Handi (FT’19), Muhammad Farhan Firdaus Trouerbach (FT’19), Timotius Tanusondjaja (FT’19), Gilbert Lesmana (FT’19), Valleta Jovanka Widodo (FT’18), Edela Uswah Dien (FT’18), Muhammad Finsya Indra Permana (FT’18), Adinda Saraswati Putri (FT’18), Salsabila Syifa (FT’17), dan Muhammad Rauf Usman (FT’17).

Mereka bekerja dibimbing dua orang dosen FTUI: Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono. M.Phil.Eng dan Dr. Ir. Sotya Asturiningsih, M. Eng.

Para mahasiswa UI mengusung gagasan berjudul “Indonesia’s Metallurgical Waste as a Means of Geopolymer Concrete Application to Support Sustainable City Planning” sebagai solusi atas permasalahan limbah metalurgi di Indonesia.

Tim mengusulkan penggunaan limbah metalurgi (metal slag) seperti nikel, alumina dan silika dapat diaplikasikan sebagai bahan beton geopolymer yang dapat digunakan dalam pembangunan di Kalimantan dan Sulawesi.

Salah seorang perwakilan tim, Maurice menuturkan, selama lima tahun penyelenggaraan kompetisi Metal Cup, belum pernah ada tim dari Indonesia yang berhasil masuk ke dalam babak grand final.

“Kami sangat berbangga hati dapat mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi bergengsi ini,” kata Maurice dalam keterangan, Selasa (27/10/20).

Maurice menjelaskan, dalam kompetisi yang diikuti dirinya bersama temannya yang lain, setiap tim diberikan waktu satu bulan untuk menyusun strategi pengembangan perusahaan di bidang metalurgi berdasarkan data nyata dari perusahaan tersebut.

Strategi yang telah disusun dalam bentuk proposal proyek kata dia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dipilih proposal dari 20 tim terbaik untuk berkompetisi secara virtual di babak final.

“Pada babak final, 20 tim terpilih melakukan presentasi video dan dipilih 10 tim terbaik yang maju ke babak grand final. Dan kami bersyukur bahwa kami mampu mencapai peringkat ke-3 terbaik,” katanya.

“Kami mengambil contoh Kalimantan dan Sulawesi yang tengah melakukan banyak pembangunan daerah pasca terkena bencana,” tambahnya.

Selain itu, Maurice menjelaskan, Kalimantan sebagai calon wilayah daerah untuk pengembangan ibukota negara baru akan sangat banyak membutuhkan beton dalam pembangunan infrastrukturnya.

“Metal slag dapat dijadikan campuran beton karena dapat bereaksi baik dengan solvent dan mampu menahan tekanan hingga 45-50 MPa,” ujarnya.

DEPOKBAGUS.COM, Sepuluh mahasiswa Program Studi Teknik Metalurgi dan Material, Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FTUI) berhasil meraih Juara Tiga Dunia pada ajang kompetisi internasional “Metal Cup 2020″.

Para mahasiswa tersebut juga berhasil menoreh catatan sejarah, menjadi tim pertama dari Indonesia yang berhasil menembus babak grand final pada kompetisi Metal Cup.

Tim dari UI merupakan tim termuda diantara 75 tim kontestan dari seluruh penjuru dunia – yang didominasi oleh mahasiswa S2 dan S3. Kompetisi Metal Cup 2020 berlangsung secara virtual dari Wenzhou, China pada 17 – 21 Oktober 2020.

Metal Cup 2020 – Gold Season merupakan salah satu kompetisi internasional terbesar di bidang industri metalurgi. Event ini merupakan rangkaian dari kegiatan World Young Engineering Summit 2020 yang diselenggarakan oleh Youth Platform of Professional Metallurgists (YPPM).

Kesepuluh mahasiswa FTUI yang ikut dalam kompetisi tersebut adalah: Maurice Efroza Handi (FT’19), Muhammad Farhan Firdaus Trouerbach (FT’19), Timotius Tanusondjaja (FT’19), Gilbert Lesmana (FT’19), Valleta Jovanka Widodo (FT’18), Edela Uswah Dien (FT’18), Muhammad Finsya Indra Permana (FT’18), Adinda Saraswati Putri (FT’18), Salsabila Syifa (FT’17), dan Muhammad Rauf Usman (FT’17).

Mereka bekerja dibimbing dua orang dosen FTUI: Prof. Dr. Ir. Akhmad Herman Yuwono. M.Phil.Eng dan Dr. Ir. Sotya Asturiningsih, M. Eng.

Para mahasiswa UI mengusung gagasan berjudul “Indonesia’s Metallurgical Waste as a Means of Geopolymer Concrete Application to Support Sustainable City Planning” sebagai solusi atas permasalahan limbah metalurgi di Indonesia.

Tim mengusulkan penggunaan limbah metalurgi (metal slag) seperti nikel, alumina dan silika dapat diaplikasikan sebagai bahan beton geopolymer yang dapat digunakan dalam pembangunan di Kalimantan dan Sulawesi.

Salah seorang perwakilan tim, Maurice menuturkan, selama lima tahun penyelenggaraan kompetisi Metal Cup, belum pernah ada tim dari Indonesia yang berhasil masuk ke dalam babak grand final.

“Kami sangat berbangga hati dapat mengharumkan nama bangsa dalam kompetisi bergengsi ini,” kata Maurice dalam keterangan, Selasa (27/10/20).

Maurice menjelaskan, dalam kompetisi yang diikuti dirinya bersama temannya yang lain, setiap tim diberikan waktu satu bulan untuk menyusun strategi pengembangan perusahaan di bidang metalurgi berdasarkan data nyata dari perusahaan tersebut.

Strategi yang telah disusun dalam bentuk proposal proyek kata dia, kemudian dinilai oleh dewan juri dan dipilih proposal dari 20 tim terbaik untuk berkompetisi secara virtual di babak final.

“Pada babak final, 20 tim terpilih melakukan presentasi video dan dipilih 10 tim terbaik yang maju ke babak grand final. Dan kami bersyukur bahwa kami mampu mencapai peringkat ke-3 terbaik,” katanya.

“Kami mengambil contoh Kalimantan dan Sulawesi yang tengah melakukan banyak pembangunan daerah pasca terkena bencana,” tambahnya.

Selain itu, Maurice menjelaskan, Kalimantan sebagai calon wilayah daerah untuk pengembangan ibukota negara baru akan sangat banyak membutuhkan beton dalam pembangunan infrastrukturnya.

“Metal slag dapat dijadikan campuran beton karena dapat bereaksi baik dengan solvent dan mampu menahan tekanan hingga 45-50 MPa,” ujar Maurice lebih lanjut perihal proyek rancangan timnya.

Dosen pembimbing tim tersebut Sotya Asturiningsih mengatakan dari hasil penelitian tim, campuran ini memang belum bisa diaplikasikan pada pembangunan gedung-gedung tinggi.

Namun demikian hasil campuran beton ini dapat teraplikasi dengan sangat baik bagi pembangunan perumahan, sekolah, tempat beribadah, dan bangunan dengan struktural yang tidak terlalu tinggi.

“Hasil secara keseluruhan dapat dibandingkan dengan campuran beton yang biasa dipakai selama ini atau Ordinary Portland Cement/Concrete (OPC),” katanya.

Sementara itu dosen pembimbing lainnya, Akhmad Herman Yuwono mengatakan Prestasi mahasiswa ini sangat membanggakan.

Hal itu kata dia mengingat tim FTUI adalah tim termuda yang berpartisipasi dalam ajang tersebut di mana anggota tim dari negara lain kebanyakan adalah mahasiswa program S2 dan S3.

“Pencapaian menjadi Juara 3, dengan nilai yang hanya terpaut sangat tipis dari juara 2-nya, tentunya menandakan bahwa kualitas mahasiswa kita sangat kompetitif dan mampu bersaing di tingkat global,” pungkasnya.[]

Redaksi Kabarlagihttps://www.kabarlagi.com
Media Kabarlagi.com merupakan Media dibawah PT. Media Kabar Sejahtera yang memberikan informasi dan berita terpercaya.

Related Articles

KPU Tetapkan Idris-Imam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Terpilih

KabarLagi.Com-- Komisi pemiliham Umum (KPU) Kota Depok secara resmi menentapkan calon pasangan Idris-Imam sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020. Penetapan tersebut...

Wali Depok Ajak Masyarakat Perkuat Imam dan Imun

KabarLagi.Com--Pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Depok dan Indonesia membuat semua orang-orang was-was. Bahkan korban jiwa pun berjatuhan akibat terpapar Covid-19. Menanggapi hal tersebut...

Tenaga Kesehatan di RSUD Depok Disuntik Vaksin Sinovac

KabarLagi.Com- Sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok disuntik vaksin Covid-19. Penyuntikan tahap awal ini sudah dimulai sejak...

Stay Connected

21,390FansSuka
2,508PengikutMengikuti
0PelangganBerlangganan
- Advertisement -

Latest Articles

KPU Tetapkan Idris-Imam Wali Kota dan Wakil Wali Kota Depok Terpilih

KabarLagi.Com-- Komisi pemiliham Umum (KPU) Kota Depok secara resmi menentapkan calon pasangan Idris-Imam sebagai calon Walikota dan Wakil Walikota Depok 2020. Penetapan tersebut...

Wali Depok Ajak Masyarakat Perkuat Imam dan Imun

KabarLagi.Com--Pandemi Covid-19 yang masih melanda Kota Depok dan Indonesia membuat semua orang-orang was-was. Bahkan korban jiwa pun berjatuhan akibat terpapar Covid-19. Menanggapi hal tersebut...

Tenaga Kesehatan di RSUD Depok Disuntik Vaksin Sinovac

KabarLagi.Com- Sebanyak 31 tenaga kesehatan (nakes) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Depok disuntik vaksin Covid-19. Penyuntikan tahap awal ini sudah dimulai sejak...

Curi Tas Pria Ini Dihujani Bogem Mentah

Kabarlagi.Com--Aksi nekad Seorang pria berinisial D yang hendak mengambil tas milik anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) di lapangan Irekap, Jatimulya, Cilodong, Depok harus dibayar...

Tingkatkan Ekspor, Kementan Kembangkan 1000 Kampung Hortikultura

KabarLagi.Com-- Kementerian Pertanian (Kementan) menunjukkan peningkatan kinerja utamanya untuk subsektor hortikultura. Hal ini terlihat dengan naiknya angka ekspor produk hortikultura secara signifikan, yakni sebesar...