Disela Lakukan Pengawasan, Panwascam Limo Bantu KPU Depok Ajak Masyarakat Gunakan Hak Suara

0
58

KABARLAGI.COM, Anggota Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kecamatan Limo yang ditugaskan sebagai Pengawas Kelurahan/Desa (PKD) di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo, Depok, Wiwin Erni Hidawati membantu Komisi Pemilihan Umum (KPU) mengajak masyarakat agar menggunakan hak pilih dalam pesta demokrasi pemilihan calon wali kota dan wakil wali kota Depok tahun 2020 yang akan diselenggarakan pada 9 Desember.

Hal itu dilakukan Wiwin Erni Hidawati sebelum dimulainya kegiatan kampanye salah satu calon walikota di wilayah Grogol, Kecamatan Limo, Senin (2/11/20) malam.

“Anggapan orang selama ini kerjaan Panwas itu hanya nongkrongin kegiatan, hanya ngawasin, padahal tidak. Kami juga membantu KPU mensosialisasikan bahwa Pilkada Depok 2020 akan dilaksanakan tanggal 9 Desember nanti,” kata Wiwin.

Wiwin mengatakan setiap melakukan pengawasan tahapan kampanye, pihaknya juga mensosialisasikan imbauan KPU agar masyarakat tidak perlu khawatir untuk datang ke tempat pemungutan suara (TPS).

“Kemudian kami juga menyampaikan imbauan KPU agar masyarakat tidak perlu takut untuk memberikan hak suara di tanggal 9 Desember. KPU telah menyiapkan 12 item yang akan digunakan untuk mensterilkan TPS dari wabah Covid-19,” katanya.

Meski demikian, Wiwin menjelaskan sosialisasi untuk membantu KPU tersebut dilakukan setelah tugas dan fungsi sebagai pengawas telah selesai dilakukan.

“Kita datang 30 menit sebelum acara dimulai, kita langsung koordinasi dengan ketua panitia, setelah dipastikan semua rangkaian kegiatan akan berjalan sesuai dengan protokol kesehatan Covid-19 baru kita bantu KPU mengajak warga untuk gunakan hak suara,” ujarnya.

Sebelumnya, Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna mengimbau masyarakat tidak perlu khawatir datang ke tempat pemungutan suara (TPS) untuk menyalurkan hak suaranya pada Pilkada, 9 Desember 2020 nanti.

Sebab, kata Nana pihaknya sebagai penyelenggara akan menerapkan protokol kesehatan yang ketat untuk mencegah penularan Covid-19.

“Pilkada kali ini memang penuh tantangan karena dilakukan di tengah pandemi Covid-19. Namun, kami telah mengantisipasinya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” kata Nana di Depok, Kamis (29/10/20).

Nana mengajak warga Depok yang sudah mempunyai hak pilih untuk datang ke TPSmenyalurkan hak pilihnya pada 9 Desember 2020 dan tidak golput.

KPU Kota Depok berkomitmen untuk terus memberikan pemahaman serta tahapan pilkada kepada masyarakat, terutama pemilih pemula yang baru pertama kali menyoblos.

Selain menyampaikan tata cara pencoblosan, KPU Kota Depok juga menyampaikan penerapan protokol kesehatan dalam pemilihan nanti.

Nana mengatakan pihaknya akan menerapkan hal baru dalam melakukan pencoblosan di TPS dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar masyarakat terhindar dari penularan Covid-19.

“Pada saat pencoblosan nanti kami akan menerapkan hal baru yang berbeda dengan tata cara pencoblosan sebelumnya, tentunya dengan penerapan protokol kesehatan yang ketat,” katanya.

Sebelum pencoblosan, kata Nana, semua lokasi TPS disemprot disinfektan terlebih dahulu untuk memastikan benar-benar bersih, serta jumlah pemilih di TPS juga dibatasi hanya 500 orang dari sebelumnya yang mencapai 800 orang.

“Seluruh petugas KPPS dilakukan ‘rapid test’ terlebih dahulu untuk memastikan kesehatan penyelenggara pilkada,” katanya.

KPU juga akan melakukan pengaturan jadwal kedatangan pemilih ke TPS. Nanti pada jadwal pencoblosan, misalnya keluarga A pukul 08.00-09.00 WIB, keluarga B pukul 09.00-10.00 WIB, dan seterusnya supaya tidak ada kerumunan.

“Seusai melakukan pencoblosan pemilih juga harus segera meninggalkan TPS, tidak boleh lagi berkumpul supaya tak ada kerumunan,” katanya.

Nana menjelaskan, sebelum mencoblos, pemilih diberikan sarung tangan sekali pakai untuk menghindari COVID-19, dan setelah melakukan pencoblosan maka tinta yang biasanya dicelup kini tidak lagi tetapi dilakukan penetesan kepada pemilih usai mencoblos.

“Kami tentu berusaha semaksimal mungkin untuk menghindari adanya klaster COVID-19 pada pilkada saat hari pencoblosan 9 Desember 2020,” ujarnya.[]