Tinjau Vaksinasi Pekerja di PT Xacti Indonesia, Wali Kota Depok: Vaksinasi Harus Mencapai 20 Ribu Dosis

0
862

KabarLagi.Com –  Guna mendukung percepatan penanganan Covid-19 di Kota Depok, PT Xacti Indonesia menggelar vaksinasi massal yang ditujukan kepada para pekerja. Pelaksanaan vaksinasi tersebut juga turut dipantau oleh Wali Kota Depok, Muhammad Idris.

Pada kesempatan tersebut, Muhammad Idris menuturkan pemerintah, TNI, Polri, Masyarakat umum, dan para pekerja memiliki tanggung jawab bersama untuk melakukan percepatan dalam pelaksanaan vaksinasi. Sebab langkah ini merupakan upaya bersama dalam mengatasi pandemi Covid-19.

“Kemarin kami lakukan evaluasi dengan bapak Gubernur Jawa Barat. Hasilnya kita masih perlu meningkatkan jumlah vaksinasi per harinya,” ujarnya. usai kegiatan, Sabtu (21/08/21).

Menurutnya vaksinasi di Kota Depok harus mencapai 20 ribu dosis per harinya. Sebab Indeks kependudukan di Kota Depok terdapat 1,6 juta warga yang harus disuntik.

“Saat ini, kita baru 11 ribu dosis per hari Jadi tinggal meningkatkan dua kali lipat lagi. Wilayah lain masih banyak yang kurang empat kali lipat lagi vaksinasi per harinya,” katanya.

Dikatakannya, dalam meningkatkan capaian vaksinasi tersebut, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok  memiliki program Depok Vaksinasi Jemput Warga atau disingkat D’Vajar. Program gratis penjemputan warga dengan bus sekolah di masing-masing kelurahan untuk menuju sentra vaksinasi di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

“Selain vaksinasi, kita juga sedang meningkatkan testing dengan swab keliling. Jangan sampai nanti, seperti tidak ada yang sakit karena testingnya kurang. Akibatnya kasus bisa meledak lagi,” terangnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Unit Kerja (PUK) Forum Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) PT. Xacti Indonesia, Marsunu menambahkan, pelaksanaan vaksinasi massal ini dapat digelar berkat kolaborasi antara pihaknya dengan Markas Besar (Mabes) Polisi Republik Indonesia (Polri) dan Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok. Terdapat 700 peserta vaksin terdiri dari pekerja pabrik dan keluarganya.

“Kami berharap ke depan akan ada kerja sama kembali dengan berbagai pihak. Dengan begitu bisa kembali menggelar vaksinasi massal,” tutupnya.