Perempuan-Perempuan yang Menemani

0
258

Oleh : Uba Leu

KabarLagi.Com – DiciptakanNya golongan hawa dalam Jagat raya ini tentu bukan tanpa sebab dan akibat (Kausalitas) melainkan memiliki pengaruh dalam mengantarkan kesuksesan dan kemasyhuran bagi golongan Adam. Untuk membenar itu, tentu akan dimulai dari kisah;

1. Sitti Hawa menemani Nabi Adam. A.S. (5800 SM)Setelah satu tahun Nabi Adam A.S diciptakan, beliau merasa galau. Karena kegelisahan hamba-Nya sang penghidupan itu menghadirkan perempuan cantik, dia adalah Siti Hawa, lalu Allah berikan kebebasan kepada dua hamba-Nya untuk menempati taman Syurga. Dengan kebebasan yang diberikan mereka berdua melakukan kesalahan dengan memakan buah terlarang(buah khuldi), lalu Allah turunkan sepasang manusia itu ke bumi. Dalam catatan para Historian, Adam dibuang di bagian selatan dan Hawa di bagian utara. Hampir ribuan tahun hidup dalam jarak, kegalauan pada dua insan manusia itu kembali mencuat, mereka melakukan pencarian hingga akhirnya berjumpa kembali. Setelah berjumpa mereka pun naik ke Jabarrahman (bukit kasih sayang) menaruh harapan besar untuk tidak berpisah lagi. Dalam keyakinan Islam bahwa Jabarrahman adalah sebagai tempat berdo’a untuk meminta jodoh. Keyakinan terus dilakukan oleh kelompok para nabi pasca Adam A.S. Misalnya yang dilakukan oleh Nabi Muhammad SAW setelah dia ditolak Fakhitah (Umi Hani) Kakak perempuan Sayyidinah Ali. Pasca Sang Revolusioner itu berdo’a, beliau melihat aura seorang Khadijah.

2. Siti Zulaikha mencintai Nabi Yusuf A.S ( 1740 SM) dengan kecintaan Sang Ayah, Nabi Yakub kepada Nabi Yusuf, sepuluh saudaranya yang membenci Yusuf kecil membuangnya ke sebuah sumur. Lama tinggal didalam sumur, Yusuf kecil pun bertemu dengan seorang malaikat Allah, memberikan khabar bahwa akan ada Nabi sebagai kekasih Allah setelah ini.

Para musafir yang melihat Yusuf kecil berada dalam sumur merasa kaget, kemudian mengangkatnya keluar lalu membawanya ke Istana Qithfir (suami Zulaikha), dan menjualnya sebagai budak. Qithfir yang melihat karomahnya sang budak kecil itu tak tanggung-tangggung di bayar. Usia remaja Yuzarsif (Yusuf) mulai tumbuh, nampak ke gantengannya yang membuat Zulaikha terpesona dan memiliki cinta yang amat besar pada Yusuf.

Sehingga pada Kecintaannya ini mengantarkan Zulaikha sebagai wanita pemilik cinta abadi. Sebuah referensi Islami saya baca dulu mengatakan, kalau kau mati nanti dan ditempat di Syurga nya Allah SWT, kau akan melihat seorang wanita tua yang duduk di atas batu, dia adalah Zulaikha

3. Shinzui menemani Chailun (105 SM)
Sampai sekarang para ulama masih bertentangan terkait dengan Kedudukan hadits “tuntutlah Ilmu ke negeri Cina” apakah Hadits Shohi dan Do’if. Semuanya penting untuk ummat agar tidak Bid’ah dan keliru. Akan tetapi yang penting juga adalah Cina sebagai penemu kertas pertama dunia yang ditemukan Oleh Chailun pada masa dinasti Hang (105 SM)

Dalam upaya menciptakan peradaban untuk UMMAT berikutnya, perempuan atau ratu Shinzui menjadi sosok yang berpengaruh dalam hidupnya Sang Mestro.

4. Maharani Irene I menemani Bizantas (435 M)
Dengan nasehat oricpi Delphi di Athena 440 SM, Bizan/Bizantas membulatkan niat berlayar sampai ke tanah Persia, hidupnya disana di marjinal dengan pergulatan rasis yang begitu ketat. Kembali lah dia berlayar hingga sampailah dia ke hutan belantara yang sekarang dikenal dengan nama Turki Utsmani

Lama ia hidup, turunlah utusan dari Dewa Jeus seorang perempuan cantik yang akan menemani kesehariannya, ia bernama Maharani Irene I(Mitologi Romawi). Menikalah mereka, hingga tirai peradaban kerajaan Bizantium terbuka.

5. Monalisa menemani Leonaldo Da Vinci (1505 M)
Mungkin Peleontologi (Fosil) belum mengantarkan Leonaldo Da Vinci menjadi sosok terkenal di kalangan dunia, ambisi yang belum terkabulkan membuat dirinya terus berpikir untuk mencapai kedigdayaannya. Solusi cerdas pun tetap ia pikirkan, hingga akhirnya memilih jalan sebagai ‘pelukis minyak’

Kerikil panjang Da Vinci lewati, sabar dan tabah menerima kenyataan nasib sebagai sosok yang tersakiti. Perempuan yang begitu jahat, meninggalkannya sebelum mengarungi bahtera, ratu Monalisa yang sudah tak terlihat.

Karena kecintaan yang begitu mendalam itu, ia mengabadikan perempuannya dalam Sebuah lukisan minyak yang terindah di dunia. Yaitu lukisan ‘Monalisa’ dan Lukisan ‘Jamuan Terakhir’ yang sekarang diabadikan di Gereja Santa Maria Italia.

6. Maria Gamba menemani Galileo Galilei (1640 M)
Menjadi pribadi yang berani melawan dogma Gereja itu banyak, akan tetapi yang dipasung mati bersama mertua dan perempuannya pasti menjurus ke cerita Galileo Galilei, ia menentang Gereje dengan mengatakan bahwa Bumi itu bulat

Dengan ulahnya itu, sang mertua, Giordano Bruna yang sependapat dengan menantunya pun dipasung oleh Gereja, begitu pula dengan perempuan yang ia cintai, Maria Gamba juga dipasung mati.

Dengan tindakan gereja yang begitu kejam seperti itu, Galileo, Isaac Newton dan David Barkley tetap memberikan tantangan perlawanan pada internal Gereja. Sehingga pikiran itu mengantarkan menjadi sosok yang catat dalam sejarah peradaban Italia.

7. Jhenni Stepchelen menemani Karl Marx (1818 M)
Sebelum Revolusi Bholsvik 1922 M, yang dimotori oleh Vladimir Lenin, ternyata ada sosok yang begitu hebat sebagai pembuka peradaban Rusia, menghadang kelas diantara UMMAT manusia, menghapus perbudakan yang tidak berkemanusian, menghadang dogma Gereja yang memaksa UMMAT untuk bicara kesempurnaan Ritual. Jurnalis, sejarah pengaruhnya yang memebentang diantara belahan dunia, ia adalah Karl Max(Guru Jenggo)

Keberkahan dan kemasyhuran itu tidak terlepas dari orang-orang yang pernah menemaninya. Dalam catatan sejarah, perempuan asal Inggris, Jheni Stephelen masuk dalam catatan hidupnya Karl max, menemaninya berjuang dalam meretas ketidakpuasan itu. Akibat pikirannya Marx, Inggris dan Rusia menghantam dengan gerakan Revolusi. Jheni pun menantikan Karl Max yang tak kunjung pulang dan akan ada Marx baru.

8. May Ziadah menemani Khalil Gibran (1932 M)
Diantara rentetan mereka yang terkenal karena ditemani perempuan, mungkin Khalil Gibran adalah sosok yang terkenal karena disakiti perempuan.

Sekelumit tulisan yang ia bocorkan dalam bukunya yang berjudul ‘Isi Hati’ bahwa ada perempuan yang pernah menjadi teman mesra selama 14 Tahun, ia adalah May Ziadah.

Tersakiti dalam romantika hidup mengantarkannya menjadi seorang puitis Lebanon ternama di dunia. Maka permulaan kalimat “ dibalik kesuksesan seorang laki laki ada perempuan dibelakangnya. Dibalik kegagalan seorang laki-laki ada perempuan lain dibelakangnya” itu dimulai dari kisah Gibran.

Terakhir, terwujudnya Ramalan biarawan, Elais Malthuis dalam kerjaan Castelia I “kerajaan besar ini akan dikepung oleh sekelompok manusia, mereka berkulit hitam tinggi, berbadan kekar kemudian menunggangi kuda, ia memiliki ta’i lalat di lengannya”. Ramalan itu pun terbukti dengan kehadiran Tariq Bin Ziad di Andaluzia (717 M), yang dilatar belakangi oleh diperkosanya perempuan cantik, putri dari Jhon coute yakni Nona Florindina oleh Raja Ferdinando.