Jakarta, 22 November 2024 – Wacana pembentukan Kabupaten Bima Timur mendapat apresia dan dukungan dari berbagai tokoh salah satunya Ketua Forum Komunikasi Masyaraakt Sape Lambu Jakarta (FKM Salaja), H, Ilham Idris. Pria Kelahiran Sape yang sukses meniti karir di jakarta ini mengungkapkan wacana DOB bima timur sudah dibahas bersama dalam acara silaturahmi akbar Forum Komunikasi Masyarakat Sape-Lambu Jabodetabek (FKM SALAJA) yang digelar beberapa waktu lalu di Jakarta.
“Isu ini telah lama diwacanakan oleh masyarakat Bima, termasuk mahasiswa dan politisi lokal, Keinginan untuk membentuk Kabupaten Bima Timur sudah lama menjadi harapan masyarakat. Maka acara silaturahmi beberapa waktu lalu menjadi momentum untuk kembali menggelorakan semangat itu dan menyatukan visi bersama demi kesejahteraan masyarakat Bima,” ujar Ilham Idris saat dikonfirmasi. Jumaat (22/11/2024).
Ilham menjelaskan acara silaturahmi FKM Salaja beberapa waktu lalu dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Drs. H. Harun Al Rasyid, M.Si., Drs. H. Arifin H. Abidin, M.M., Prof. Dr. Muhtar, dr. H. Sanusi, Sp.OG, dan Dr. Salahuddin Gafar, serta para Ketua organisasi ke-Bimaan di Jabodetabek.
Diskusi dalam forum tersebut lanjut Ilham terdapat kesepakatan bahwa pembentukan Kabupaten Bima Timur, yang meliputi wilayah Kecamatan Sape, Lambu, Wera, dan Ambalawi, Langgudu adalah langkah penting untuk meningkatkan efektivitas pelayanan publik serta memaksimalkan pengelolaan potensi daerah.
Ilham menjelaskan bahwa wilayah Bima yang sangat luas menjadi kendala utama bagi masyarakat di bagian timur, yang harus menempuh perjalanan hingga lima jam untuk mengakses pelayanan pemerintah. Selain itu, wilayah ini memiliki sumber daya manusia yang mumpuni, mulai dari akademisi, profesional, hingga tokoh masyarakat yang siap memimpin dan membangun daerah.
” Jadi pada saa itu wacana bima timur sangat disambut baik oleh para tokoh. apalagi lagi kalau kita lihat kekayaan alam di sektor perikanan, pertanian, dan tambang juga menjadi modal besar yang dapat memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat jika dikelola dengan baik. Untuk itu mari menguatkan tekad bersama agar potensi besar Bima Timur dapat dikelola lebih optimal melalui pemekaran wilayah,” ujarnya.
Sebagai penutup, Ilham menyerukan dukungan dari seluruh pihak, baik masyarakat, pemerintah, maupun tokoh-tokoh Bima di berbagai wilayah. “Kita harus bersatu danbekerja bersama. Kalau bukan kita, lalu siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?” tegasnya.
