KabarLagi.ComMataram, – Ketua Pemuda Muhammadiyah Mataram, Sarif Hidayat, mendesak Kapolres Mataram untuk mengambil langkah tegas dalam memberantas peredaran narkoba yang kian mengkhawatirkan. Pernyataan ini menyusul ditangkapnya seorang guru honorer yang diduga terlibat sebagai pengedar narkoba. Kasus ini menggemparkan masyarakat dan menyoroti ancaman serius narkoba terhadap generasi muda di kota ini.
“Kami sangat prihatin melihat seorang guru, yang seharusnya menjadi panutan, malah terjebak dalam lingkaran peredaran narkoba. Ini bukan hanya tentang individu, tapi tentang masa depan generasi muda kita. Kami meminta Kapolres Mataram untuk lebih serius dan meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di seluruh lapisan masyarakat,” tegas Sarif Hidayat, Rabu (22/1).
Sarif menambahkan bahwa peredaran narkoba telah merusak tatanan sosial dan menghancurkan harapan generasi muda. Menurutnya, kota Mataram membutuhkan kerja sama yang lebih solid antara pihak kepolisian, tokoh masyarakat, organisasi kepemudaan, dan lembaga pendidikan untuk mencegah semakin banyaknya korban penyalahgunaan narkoba.
“Kami di Pemuda Muhammadiyah siap menjadi garda terdepan untuk memberikan edukasi kepada masyarakat tentang bahaya narkoba. Namun, penegakan hukum harus menjadi langkah utama untuk memutus mata rantai peredaran barang haram ini,” katanya.
Kasus penangkapan guru honorer yang terlibat narkoba ini menjadi alarm keras bagi semua pihak. Sarif Hidayat berharap aparat penegak hukum tidak hanya fokus pada pelaku kecil, tetapi juga mengejar dan menangkap para bandar besar yang berada di balik jaringan narkoba tersebut.
“Kami mendukung penuh upaya Polres Mataram untuk menuntaskan persoalan ini. Jangan ada ruang bagi narkoba di Mataram. Kami ingin melihat tindakan nyata, bukan hanya sekadar retorika,” tutupnya.
Penangkapan guru honorer tersebut menjadi perhatian luas masyarakat. Banyak pihak mendesak agar kejadian ini dijadikan momentum untuk meningkatkan intensitas pemberantasan narkoba dan memulihkan citra pendidikan di kota Mataram. Dengan kerja sama yang kuat antara semua elemen masyarakat, Mataram diharapkan bisa bebas dari ancaman narkoba.
