Menanggapi hal ini, Dinas Sosial langsung mengklarifikasi melalui akun resmi Facebook Dinsos NTB. Dalam pernyataannya, Dinsos menegaskan bahwa individu yang disebut dalam percakapan tersebut bukan ASN yang bekerja di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB. “Kami sudah melakukan pengecekan ke Badan Kepegawaian Daerah dan tidak menemukan nama yang bersangkutan sebagai ASN atau pejabat pemerintah,” demikian bunyi pernyataan resmi Dinas Sosial.
Lebih lanjut, Dinsos NTB menekankan bahwa sejak awal bencana banjir melanda, mereka telah mengirimkan personel dari staf serta Taruna Siaga Bencana (Tagana) untuk membantu penanganan darurat. Bantuan logistik juga telah didistribusikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat terdampak.
Pemerintah Provinsi NTB sendiri menegaskan komitmennya dalam menangani bencana ini dengan segera mengerahkan perangkat daerah terkait. Penjabat (Pj) Gubernur NTB telah menginstruksikan langkah-langkah strategis dan dijadwalkan untuk turun langsung ke lokasi bencana bersama rombongan guna memastikan bantuan berjalan optimal.
Masyarakat diimbau untuk tidak terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tetap fokus pada upaya pemulihan pasca-banjir. Pemerintah berjanji akan terus berupaya memberikan bantuan terbaik bagi warga yang terdampak serta menangani dampak bencana secara maksimal.
