Berburu Lailatul Qadar di Bumi Seribu Masjid

0
617
Dokumen sumber: Website Muhammadiyah

KabarLagi.Com–Lombok, yang dikenal sebagai Bumi Seribu Masjid, memiliki atmosfer religi yang begitu kental, terutama di bulan Ramadan. Di pulau yang mayoritas penduduknya Muslim ini, ibadah Ramadan bukan sekadar rutinitas, melainkan sebuah perayaan spiritual yang penuh kekhusyukan. Setiap malam, lantunan ayat suci Al-Qur’an menggema dari berbagai masjid, menciptakan suasana syahdu yang menyentuh hati. Namun, di antara malam-malam yang penuh berkah itu, ada satu malam yang dinantikan oleh semua umat Islam, yaitu Lailatul Qadar.

Malam istimewa ini disebut lebih baik dari seribu bulan karena merupakan waktu turunnya Al-Qur’an pertama kali. Pada malam ini, para malaikat turun ke bumi membawa keberkahan dan kedamaian hingga fajar menyingsing. Rasulullah ﷺ menyebutkan bahwa siapa pun yang beribadah pada malam ini dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka dosa-dosanya akan diampuni.

Di Lombok, pencarian Lailatul Qadar dilakukan dengan penuh semangat. Masjid-masjid besar seperti Masjid Islamic Center, hingga masjid-masjid kecil di desa-desa terlihat masyarakat beriktikaf, memperbanyak doa, dan membaca Al-Qur’an hingga menjelang subuh.

Iktikaf menjadi tradisi yang melekat kuat di masyarakat Lombok, khususnya di sepuluh malam terakhir Ramadan. Banyak jamaah memilih bermalam di masjid untuk memperbanyak ibadah. Di Masjid Islamic Center NTB, suasana iktikaf begitu terasa dengan adanya kajian agama dan doa bersama yang dipimpin oleh para ulama.

Keistimewaan malam Lailatul Qadar di Lombok semakin terasa dengan ketenangan dan kesejukan yang menyelimuti. Langit tampak bersih, udara terasa lembut, dan suasana penuh kedamaian. Banyak yang percaya bahwa tanda-tanda malam ini dapat dirasakan melalui ketenangan luar biasa, tidak terlalu panas maupun dingin, serta sinar matahari keesokan harinya yang tampak lebih lembut.

Masjid-masjid di Lombok tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat pendidikan dan dakwah. Menjelang akhir Ramadan, banyak pengajian yang membahas pentingnya malam Lailatul Qadar. Para ustaz dan kiai mengingatkan umat Islam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini dengan memperbanyak doa dan amal ibadah.

Masyarakat Lombok meyakini bahwa keberkahan Lailatul Qadar membawa ketenangan dan kemakmuran dalam kehidupan mereka. Para nelayan berdoa agar hasil tangkapan laut melimpah, petani berharap panen yang baik, dan pedagang meminta usaha mereka berkembang. Ini menunjukkan bahwa perburuan malam penuh berkah ini bukan hanya tentang ibadah, tetapi juga harapan akan kehidupan yang lebih baik.

Yang menarik, selain  berbondong-bondong ke masjid, mengikuti salat tahaju mereka juga mendiskusikan tafsir Al-Qur’an, bahkan berbagi makanan sahur dengan sesama. Kesadaran mereka terhadap nilai-nilai Islam menunjukkan bahwa semangat spiritual tetap terus tumbuh.

Selain itu mereka meyakini, pada malam ini, doa-doa dipanjatkan dengan penuh harapan. Di berbagai masjid di Lombok, jamaah memohon ampunan, kesehatan, rezeki yang halal, serta keselamatan bagi diri dan keluarga mereka. Ada pula yang berdoa untuk kesejahteraan bangsa dan negara, memohon ketenangan serta kedamaian bagi umat manusia.

Keesokan paginya, selepas sahur dan salat subuh, suasana di Lombok tetap terasa damai. Banyak yang merasakan ketenangan batin setelah semalaman beribadah. Beberapa orang memilih tetap berada di masjid untuk melanjutkan zikir dan membaca Al-Qur’an hingga matahari terbit.

Lailatul Qadar memberikan pelajaran berharga tentang kesabaran, keikhlasan, dan usaha dalam mencari keberkahan hidup. Bagi masyarakat Lombok, malam ini bukan sekadar peristiwa tahunan, melainkan kesempatan untuk memperbaiki diri dan meningkatkan kualitas keimanan.

Di Bumi Seribu Masjid, berburu Lailatul Qadar telah menjadi bagian dari identitas religius masyarakat. Dengan ketulusan dan keikhlasan, mereka mengisi malam-malam terakhir Ramadan dengan ibadah dan pengharapan. Siapa tahu, di antara malam-malam itu, mereka benar-benar mendapatkan keberkahan yang dijanjikan oleh Allah.

Semoga kita semua diberikan kesempatan untuk merasakan malam yang lebih baik dari seribu bulan ini. Aamiin.

Tim KabarLagi.Com