Aksi Sigap Dr. Samsuriansyah: Bukan Dapil, Tapi Peduli! Ribuan Sapi Peternak Bima Tertahan di Gili Mas, Lombok Barat

0
251
Dr, Samsuriansyah turut membantu menyuplai air ke ember-ember para peternak

KabarLagi.Com— Ribuan ekor sapi milik peternak asal Bima yang hendak dikirim ke Jabodetabek tertahan berhari-hari di Pelabuhan Gili Mas, Lombok Barat, karena antrean kapal yang padat. Di tengah panas terik dan kondisi yang memprihatinkan, aksi kepedulian ditunjukkan oleh anggota DPRD Lombok Barat, Dr. Samsuriansyah, yang sigap turun langsung membantu para peternak meskipun bukan berasal dari daerah pemilihannya.

Melihat kondisi ribuan sapi yang kehausan dan terancam mati akibat kekurangan air, Dr. Samsuriansyah segera berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) dan BPBD Lombok Barat. Hasilnya, empat unit mobil tangki air dari Damkar dan BPBD dikerahkan ke Gili Mas untuk menyuplai air minum bagi sapi-sapi yang tertahan tersebut.

Tak berhenti sampai di situ, Dr. Samsuriansyah juga menyisihkan dana pribadinya untuk membantu para peternak dalam menyewa kendaraan tambahan guna mengambil pakan ternak yang semakin menipis, seperti yang dikeluhkan langsung oleh para petani di lokasi. Aksi nyata ini mendapat apresiasi tinggi dari para peternak yang selama ini merasa diabaikan.

Ketua GAPEHANI (Gabungan Peternak Hewan Nasional Indonesia) Bima, Muziburrahman, menyampaikan rasa terima kasihnya atas kehadiran dan kepedulian Dr. Samsuriansyah. “Beliau ini luar biasa, meskipun bukan anggota dewan dari dapil Bima, namun tetap hadir dan peduli. Sementara 11 anggota DPRD Provinsi dari dapil Bima, Dompu, dan Kota Bima yang ada di Mataram tidak pernah terlihat hadir di lokasi,” sindir Muziburrahman.

Ironisnya, menurut Muziburrahman, bahkan pejabat tinggi seperti Wakil Gubernur NTB yang berasal dari Bima dan merupakan mantan Bupati Bima pun belum pernah hadir untuk mendengar langsung keluhan para petani dan peternak di lokasi. “Padahal ribuan petani kita sedang berada dalam kondisi yang sangat butuh dukungan moral dan logistik di sini,” tegasnya.

Hal senada disampaikan Furkan Sangiang, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Bima. Ia menilai dalam kondisi seperti ini yang dibutuhkan bukan hanya jabatan, tetapi nurani yang tulus untuk peduli. “Setiap tahun masalah ini selalu terjadi. Mereka ini pahlawan keluarga dan penyumbang PAD bagi daerah, bahkan uang hasil penjualan sapi ini mencapai ratusan miliar rupiah, namun masalah klasik seperti ini selalu terulang,” ucapnya.

Pantauan langsung di lapangan menunjukkan antrean ratusan truk tronton yang mengangkut sapi masih mengular di area Gili Mas. Akibat keterlambatan pengiriman dan panasnya cuaca, puluhan sapi dilaporkan telah mati di atas truk karena kelelahan dan dehidrasi yang parah. Para peternak berharap perhatian serius dari pemerintah provinsi dan pusat agar persoalan ini tidak menjadi langganan tahunan.

Aksi Dr. Samsuriansyah ini menjadi tamparan keras bagi pejabat-pejabat daerah yang seharusnya bertanggung jawab atas kesejahteraan masyarakatnya. Meski tidak memiliki kepentingan politik di Bima, jiwa sosial dan nurani beliau menunjukkan bahwa kepedulian tidak memandang dapil. Peternak Bima berharap langkah nyata seperti ini bisa menjadi contoh bagi wakil rakyat lainnya.