KabarLagi.Com--Sebagai upaya untuk menyiapkan lulusan yang mampu bersaing dalam dunia kerja global, Program Studi Manajemen Ritel, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menyelenggarakan Kuliah Tamu Internasional bertajuk “Future-Proofing Retail Management Graduates: Embracing Workforce 5.0 and Global Competency Standards”.
Acara ini menghadirkan dua tokoh penting dari institusi internasional, yakni Dr. Muhammad Saghir Ahmad dan Mrs. Vivina Atak Deng, yang mewakili The Victorian College of Training and Development PTY LTD – Australian People Management Institute. Kegiatan berlangsung secara interaktif dan disambut antusias oleh mahasiswa, dosen, dan sivitas akademika UMMAT.
Ketua Prodi Manajemen Ritel, Nurul Hidayati Indra Ningsih, SE., MM., dalam sambutannya menegaskan pentingnya kesiapan mahasiswa dalam menghadapi era Workforce 5.0, di mana sinergi antara kecanggihan teknologi dan peran manusia menjadi krusial. Ia menyoroti bahwa dunia kerja masa kini tidak hanya membutuhkan tenaga kerja terdidik, tetapi juga yang memiliki keterampilan nyata yang dibuktikan dengan sertifikat kompetensi.
“Melalui kuliah tamu ini, kami ingin mahasiswa memahami urgensi penguasaan soft skills dan hard skills serta pentingnya membaca arah perkembangan global. Kompetensi yang terstandar menjadi tiket utama dalam memasuki pasar kerja internasional,” ungkap Nurul.
Dalam sesi pertama, Dr. Muhammad Saghir Ahmad memaparkan dinamika industri ritel masa depan. Ia menekankan bahwa merancang bisnis tidak bisa dilakukan secara instan tanpa persiapan matang. Menurutnya, riset pasar, validasi ide bisnis, dan strategi pemasaran harus menjadi pijakan awal sebelum meluncurkan produk atau layanan.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa era Retail 5.0 tidak hanya berbicara tentang digitalisasi, tetapi juga pendekatan yang berpusat pada manusia (human-centric approach). Teknologi, katanya, seharusnya menjadi alat untuk memperkuat kemampuan manusia, bukan menggantikannya.
Sementara itu, Mrs. Vivina Atak Deng dalam sesinya menyoroti pentingnya inovasi dalam produk dan kemasan untuk menghadapi ketatnya persaingan pasar. Ia menegaskan bahwa diferensiasi produk yang jelas dan branding visual yang menarik mampu menciptakan daya saing yang kuat.
“Ciri khas produk akan mempermudah konsumen mengenalinya. Tampilan visual seperti desain kemasan juga memiliki peran penting dalam membentuk persepsi pasar terhadap produk kita,” jelas Vivina.
Ia juga mengulas pentingnya membangun pengalaman pelanggan yang positif dan menyesuaikan strategi pemasaran dengan karakteristik konsumen serta perkembangan tren global dan lokal.
Di akhir kegiatan, Ketua Prodi menyampaikan penghargaan tinggi kepada kedua narasumber atas pengetahuan dan inspirasi yang diberikan. Ia berharap, agenda semacam ini terus menjadi bagian dari strategi pengembangan kompetensi mahasiswa agar menjadi lulusan yang tidak hanya unggul dalam teori, tetapi juga siap secara praktik di ranah global, sesuai dengan semangat UMMAT dalam mengintegrasikan ilmu dan amal shaleh.
