KabarLagi.Com–Lautan di sekitar Pulau Sangiang kembali akan memanas. Festival Api Sangiang 2025 siap digelar pada 28 Juli hingga 3 Agustus, dan agenda paling ditunggu masyarakat adalah Lomba Sampan Layar Tradisional, di mana 12 sampan akan adu kecepatan dan nyali dalam menaklukkan laut dan angin di perairan Sangiang menuju Sangiang Darat.
Tahun ini, lomba dibagi dalam tiga grup kompetisi:
-
Grup A: Ajora Sultan, Halilintar, Sembilan Naga, Gempa Susulan
-
Grup B: Ikra Nusantara, Rudal Iran, Fornas, Walet Putih
-
Grup C: Rafatah, Patroli, Putri Aulia, Rama Generation
Semua sampan yang tampil, kerap memicu tensi panas karena kecepatan, stabilitas, dan gaya manuvernya yang agresif. “Kalau kita melihat langsung, suasananya seperti perang di laut. Tapi ini perang seni, keahlian, dan warisan laut,” ujar Ketua Panitia Lomba Sampan,Erwin S.Pd.
Lomba ini bukan sekadar adu cepat, tapi juga ujian strategi, keseimbangan, dan ketangkasan joki mengendalikan layar di tengah ombak. Para peserta hanya mengandalkan layar dan arah angin. Sedikit saja keliru membaca arah, risiko sampan terbalik, layar sobek, atau lambung patah bisa terjadi dalam hitungan detik.
Laut Sangiang yang berdekatan dengan laut Flores bukan perairan mudah. Tapi di sinilah tradisi maritim Sangiang menunjukkan kekuatannya. Masyarakat sudah turun temurun membangun dan mengemudikan sampan dengan naluri dan ilmu lokal yang luar biasa, tanpa teknologi modern.
Festival Api Sangiang 2025 bukan hanya tentang lomba. Ia adalah ruang merayakan budaya, mempertemukan generasi tua dan muda, menyatukan pengunjung dan warga dalam semangat bahari dan kebersamaan. Kegiatan ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan anak-anak muda dan masyarakat sangiang hampir setiap tahun.
