Oleh: Asbah Ambalawi
Kepala Kantor Urusan Internasional dan Kerjasama
Universitas Muhammadiyah Mataram
Peraturan Menteri Kemdiktiristek Nomor 39/2025 terbaru menegaskan dengan jelas bahwa internasionalisasi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan strategis bagi setiap perguruan tinggi. Jika sebelumnya internasionalisasi kerap dipandang sebagai pelengkap, kini ia telah menjadi arus utama dalam kebijakan pendidikan tinggi Indonesia.
Bagi Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), hal ini adalah momentum penting. Internasionalisasi bukan sekadar menghadirkan mahasiswa asing atau mengirim mahasiswa keluar negeri, tetapi merupakan gerakan transformasi menyeluruh: membangun kolaborasi riset dan akademik lintas negara, menghadirkan dosen tamu internasional, memperluas jejaring akademik, serta memastikan lulusan kita siap bersaing di pasar global.
Dalam konteks ini, UMMAT telah menginisiasi kehadiran 14 mahasiswa asing pada tahun ini dan jumlah tersebut akan terus bertambah di tahun-tahun mendatang. Kehadiran mereka bukan hanya simbol pencapaian, tetapi juga menjadi spirit baru gerakan internasionalisasi di Nusa Tenggara Barat (NTB). Lebih dari itu, kami mengajak rekan-rekan dari Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS) lain untuk berkolaborasi menerima mahasiswa asing. Dengan kerja sama yang erat, kita berharap ke depan NTB dapat berkembang menjadi center of excellence gerakan internasionalisasi, khususnya di wilayah Indonesia Tengah dan Timur.
Kita tidak lagi bisa mengabaikan, apalagi meniadakan, gerakan internasionalisasi. Dunia bergerak cepat, dan perguruan tinggi yang menutup diri akan tertinggal. Sebaliknya, perguruan tinggi yang berani membuka diri akan menemukan peluang kolaborasi tanpa batas.
Sebagaimana ditegaskan dalam regulasi terbaru 49/2025 tersebut , internasionalisasi harus menjadi fokus utama: mulai dari akreditasi global, riset kolaboratif, pertukaran mahasiswa, hingga program double degree dengan universitas-universitas ternama di dunia dll. UMMAT sebagai bagian dari Perguruan Tinggi Muhammadiyah siap menjawab tantangan ini dengan langkah – langkah konkret, strategik dan visi besar.
Internasionalisasi bukan sekadar slogan, tetapi strategi untuk menjadikan kampus lebih inklusif, relevan, dan berdaya saing tinggi. Saatnya perguruan tinggi Indonesia khususnya di NTB melangkah lebih jauh, meneguhkan perannya sebagai bagian dari komunitas akademik internasional, dan bersama-sama membangun masa depan pendidikan yang berkelanjutan serta lebih bermakna dan berdampak.
Wahai manusia! Sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan, kemudian Kami jadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kamu saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah yang paling bertakwa. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Teliti. (Al-Hujurat Ayat 13)
Ayat ini dapat dimaknai untuk menegaskan bahwa internasionalisasi pendidikan tinggi sejatinya adalah implementasi dari spirit Qur’ani untuk saling mengenal, bekerja sama, dan membangun kebaikan berfastabiqulkhairaat lintas bangsa.
