KabarLagi.Com— BNPB melaporkan perkembangan penanganan bencana di Provinsi Aceh dan Sumatra Barat, yang terdampak signifikan akibat hujan ekstrem dan longsor.
Aceh: 35 Meninggal, 25 Hilang, 4.846 KK Mengungsi
Korban berasal dari Bener Meriah, Aceh Tenggara, dan Aceh Tengah. Pendataan masih berlangsung di beberapa wilayah lain.
Sebanyak 4.846 KK mengungsi di 20 kabupaten/kota, termasuk 96 titik di Kota Lhokseumawe.
Akses transportasi rusak berat, termasuk jalur nasional perbatasan Sumut–Aceh, jembatan Meureudu, dan kerusakan total di jalur Gayo Lues, Aceh Tengah, serta Bener Meriah. Jalur udara kini menjadi akses utama.
BNPB memasang perangkat Starlink untuk menjaga komunikasi darurat. Bantuan Presiden dikirim melalui tiga pesawat Hercules, membawa logistik dan peralatan teknis.
Sumatra Barat: 23 Meninggal, 12 Hilang
Korban tersebar di Padang Panjang, Tanah Datar, Agam, Kota Padang, dan Pasaman Barat.
Sebanyak 3.900 KK mengungsi dengan titik terbesar di Pesisir Selatan, Padang, Solok, dan Tanah Datar.
Kerusakan infrastruktur parah: lima jembatan putus di Padang Pariaman, longsor di jalur nasional Bukittinggi–Padang, serta ratusan kendaraan terjebak di Ampek Koto.
BNPB telah menyalurkan logistik darurat berupa sembako, hygiene kit, kasur lipat, dan tenda.
Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) Tiga Provinsi
Dalam upaya mitigasi, BNPB melakukan OMC secara serentak di Aceh, Sumut, dan Sumbar.
-
Aceh: dimulai Jumat (28/11) dari Bandara Sultan Iskandar Muda
-
Sumut: dimulai Kamis (27/11), sudah empat sortie dengan 3.200 kg bahan semai
-
Sumbar: mulai Sabtu (29/11) dari Bandara Internasional Minangkabau
“OMC ini penting untuk mengurangi curah hujan di wilayah rawan bencana,” jelas Suharyanto.
Kepala BNPB kini memimpin komando dari Silangit dan akan bertolak ke Aceh, sementara penanganan di Sumbar dipimpin Sekretaris Utama BNPB, Rustian. Sumber: BNPB
