Isu Izin Lahan Dibantah, Zulhas: Itu Perubahan Tata Ruang, Bukan Pembukaan Baru

0
212

KabarLagi.Com–Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menepis tegas tudingan bahwa dirinya pernah mengeluarkan izin pembukaan lahan skala besar di wilayah Sumatra. Isu yang menyebut ia menyetujui pembukaan 1,6 juta hektare lahan disebutnya sebagai informasi keliru yang sengaja dipelintir.

Berbicara saat kuliah umum di Universitas Muhammadiyah Mataram dan pembukaan  Pelatihan Instruktur Nasional dan Lokakarya Pengkaderan Nasional Pemuda Muhammadiyah Pimpinan Pusat Muhammadiyah di Mataram, Sabtu (6/12/2025), Zulhas menjelaskan bahwa apa yang terjadi sebenarnya adalah perubahan tata ruang, bukan penerbitan izin baru.

“Itu bukan izin. Tidak ada izin 1,6 juta hektare seperti yang diberitakan. Yang ada hanya perubahan tata ruang, dan itu tidak sama dengan memberikan izin pembukaan lahan,” tegas Ketua Umum PAN tersebut.

Ia menambahkan bahwa kawasan-kawasan tertentu, terutama Taman Nasional Tesso Nilo, sama sekali tidak pernah mendapatkan izin dari kementerian manapun. Zulhas menegaskan bahwa mengeluarkan izin di wilayah konservasi merupakan tindakan ilegal.

“Tesso Nilo adalah taman nasional. Tidak mungkin ada kementerian yang berani mengubah statusnya. Kalau ada pejabat yang nekat menerbitkan izin di sana, sudah pasti langsung berhadapan dengan hukum,” ujarnya.

Tidak hanya membantah tuduhan, mantan Menteri Kehutanan itu juga menyatakan siap bertanggung jawab apabila terbukti benar menerbitkan izin yang dituding menjadi pemicu bencana banjir besar yang melanda Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Setelah meluruskan isu tersebut, Zulhas kemudian menyinggung soal pentingnya stabilitas politik untuk mendukung program pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Ia menyatakan sepakat dengan pandangan Menteri ESDM yang juga Ketua Umum Golkar, Bahlil Lahadalia, mengenai kebutuhan koalisi permanen.

Zulhas menilai bahwa keberhasilan agenda Presiden Prabowo memerlukan barisan politik yang konsisten dan tidak berubah arah berdasarkan situasi.

“Koalisi itu harus kuat, solid, dan tidak keluar-masuk sesuai kepentingan sesaat. Jika kita ingin mewujudkan visi besar presiden, komitmen koalisi harus tetap terjaga,” kata Zulhas.

Pernyataan Bahlil soal pentingnya loyalitas dan keteguhan sikap dalam koalisi sebelumnya disampaikan pada puncak HUT ke-61 Golkar yang turut dihadiri Presiden Prabowo. Zulhas menambahkan bahwa pandangan itu relevan untuk menjaga stabilitas jalannya pemerintahan.

“Pak Bahlil sudah mengingatkan, jangan sampai hari ini dukung, besok berubah. Koalisi harus permanen,” ujarnya.