Darurat Armada Kapal Ternak Jelang Idul Qurban, Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia Minta Prabowo Turun Tangan

0
270

KabarLagi.Com– Menjelang Idul Qurban, Ketua Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia, Dr. Furkan Sangiang, mendesak Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, Kementerian Pertanian (Kementan), Kementerian Perhubungan (Kemenhub), serta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dan pemerintah kabupaten/kota terkait agar segera menjamin ketersediaan armada kapal pengangkut ternak dari wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa menuju Jabodetabek.

Dr. Furkan Sangiang menegaskan bahwa arus pengiriman sapi tahun ini memiliki urgensi ganda, tidak hanya untuk distribusi rutin, tetapi juga untuk menjamin pasokan sapi Idul Qurban yang menjadi kebutuhan utama umat Islam di berbagai daerah, khususnya di Pulau Jawa.

“Ini menyangkut pasokan sapi Idul Qurban. Jika armada kapal tidak dipastikan sejak awal, potensi kelangkaan dan lonjakan harga sangat besar,” tegas Dr. Furkan Sangiang.

Menurut Dr. Furkan, hingga saat ini belum ada kepastian jumlah dan jadwal armada kapal ternak yang akan melayani pengiriman, sementara waktu pengapalan semakin dekat. Ia mengingatkan pengalaman pahit tahun lalu yang berdampak langsung pada peternak.

Pada tahun sebelumnya, jalur Gili Mas – Tanjung Perak hanya dilayani satu armada kapal, sementara jumlah sapi yang dikirim mencapai sekitar 20 ribu ekor, atau setara dengan 400 truk tronton pengangkut ternak. Kondisi tersebut memicu antrean panjang, stres pada ternak, hingga kematian sapi dalam jumlah besar.

Hal senada disampaikan Sekretaris Jenderal Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia, Adi Baharudin. Ia menilai kondisi distribusi tahun ini justru lebih rawan.

“Saat ini jalur Bali sangat terbatas karena isu penyakit ternak. Hampir tidak ada ruang kesalahan. Jika armada kapal tidak ditambah, pasokan sapi Qurban bisa terganggu secara nasional,” ujar Adi Baharudin.

Asosiasi menegaskan bahwa wilayah Bima, Dompu, dan Sumbawa merupakan sentra dan penyangga utama pasokan sapi nasional, terutama menjelang Idul Qurban. Oleh karena itu, gangguan distribusi akan berdampak langsung pada ketersediaan hewan Qurban dan stabilitas harga daging.

Dr. Furkan Sangiang meminta Bupati Bima, Bupati Dompu, dan Gubernur Nusa Tenggara Barat untuk segera mengambil langkah konkret, termasuk penambahan armada kapal ternak dan kapal Ro-Ro, serta penetapan jadwal pelayaran khusus menjelang Idul Qurban.

“Kami tidak ingin kejadian tahun lalu terulang. Jika perlu, Presiden Prabowo Subianto turun tangan langsung agar distribusi ternak berjalan aman, lancar, dan manusiawi,” pungkas Dr. Furkan Sangiang.

Asosiasi Peternak dan Pedagang Sapi Bima–Dompu Indonesia berharap pemerintah pusat dan daerah segera menerapkan kebijakan strategis dan darurat dalam distribusi ternak demi menjaga kesejahteraan peternak dan kelancaran ibadah Qurban.