UMMAT Mantapkan Transformasi Pendidikan Tinggi Lewat Workshop OBE Berbasis Kampus Berdampak

0
114

KabarLagi.comUpaya peningkatan mutu pendidikan tinggi terus diperkuat Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT). Melalui Biro Perencanaan Administrasi dan Akademik (BPAA), UMMAT menggelar Workshop Kurikulum Outcome Based Education (OBE) pada 23–24 Januari 2026 di Auditorium H. Anwar Ikraman.

Kegiatan ini difokuskan pada pembenahan arah pengembangan kurikulum agar semakin selaras dengan sistem penjaminan mutu akademik serta responsif terhadap dinamika ilmu pengetahuan, teknologi, dan kebutuhan pasar kerja.

Kepala BPAA UMMAT yang juga Ketua Panitia, Prof. Hijril Ismail, M.Pd., BI., menyampaikan bahwa forum ini dirancang sebagai ruang akademik untuk merumuskan Pedoman Kurikulum OBE yang nantinya menjadi acuan resmi seluruh program studi.

Ia menjelaskan, pedoman tersebut disusun dengan merujuk pada kebijakan mutakhir Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, terutama Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025 tentang Penjaminan Mutu Perguruan Tinggi. Selain itu, substansinya juga diselaraskan dengan arah reformasi pendidikan tinggi dan gagasan Kampus Berdampak.

Menurut Prof. Hijril, arah pengembangan kurikulum yang sedang disiapkan tidak hanya menekankan aspek akademik, tetapi juga karakter kelembagaan UMMAT sebagai perguruan tinggi yang inklusif, terbuka terhadap perubahan, serta mampu membangun kolaborasi luas dengan berbagai sektor.

“Melalui pedoman ini, UMMAT diarahkan menjadi institusi yang benar-benar memberi dampak nyata, baik bagi masyarakat, dunia usaha, maupun dunia industri,” ujarnya.

Untuk memperkaya perspektif nasional, workshop menghadirkan Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T. sebagai narasumber utama. Ia dikenal luas dalam perumusan kebijakan dan pedoman kurikulum pendidikan tinggi nasional, termasuk IKPT 2020 dan KPT 2024, serta pengembang format RPS yang banyak diadopsi perguruan tinggi.

Dalam pemaparannya, Dr. Syamsul menguraikan kerangka konseptual perancangan kurikulum OBE berbasis structure for curriculum design, sekaligus menjelaskan keterkaitan antara regulasi, capaian pembelajaran lulusan, dan desain kurikulum yang sistematis.

Prof. Hijril menilai, materi yang disampaikan memberikan sudut pandang baru bagi sivitas akademika UMMAT untuk beralih dari pola pikir administratif menuju growth mindset, yakni cara pandang yang menekankan perbaikan berkelanjutan dan kesiapan menghadapi perubahan.

Workshop ini juga melibatkan perwakilan Dunia Usaha, Dunia Industri, dan Dunia Kerja (DUDIKA). Kehadiran unsur eksternal ini menjadi bagian penting untuk memastikan kurikulum yang disusun benar-benar relevan dengan kebutuhan nyata di lapangan.

Dengan pendekatan tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya berorientasi mencari pekerjaan, tetapi juga memiliki kapasitas menciptakan peluang usaha dan inovasi baru.

Dari unsur pimpinan universitas, Rektor UMMAT yang diwakili oleh Sekretaris Rektor I, Dr. Syafril, M.Pd., menegaskan bahwa OBE harus dipahami sebagai strategi besar, bukan sekadar penyusunan dokumen pembelajaran.

Ia menekankan bahwa kurikulum perlu dirancang berdasarkan pembacaan terhadap tren kebutuhan tenaga kerja serta peluang profesi masa depan, sehingga lulusan memiliki kompetensi yang benar-benar dibutuhkan.

“Perguruan tinggi harus menghasilkan lulusan yang berdaya saing, mampu berperan di posisi strategis, dan berkontribusi langsung terhadap pembangunan,” tegasnya.

Dr. Syafril juga menyebut kegiatan ini sebagai bagian dari langkah adaptif UMMAT dalam menghadapi perubahan yang tak terelakkan. Mengutip pemikiran Heraclitus, ia mengingatkan bahwa perubahan merupakan keniscayaan yang harus dijawab dengan inovasi berkelanjutan.

Kegiatan akademik ini dipandu oleh Syamsul Hidayat Daud, S.T., M.T., Ph.D. sebagai moderator. Dalam sesi utama, Dr. Ir. Syamsul Arifin, M.T., yang juga Guru Besar bidang Pemodelan Sistem Kecerdasan Buatan di Institut Teknologi Sepuluh Nopember serta Ketua Tim Ahli Kurikulum Dikti Belmawa, mengulas secara detail pengembangan kurikulum pendidikan tinggi berbasis KKNI dan SN Dikti melalui pendekatan OBE.

Pembahasan mencakup filosofi pengembangan kurikulum, mekanisme implementasi OBE, penyusunan dokumen kurikulum, perancangan mata kuliah dan distribusi SKS, penyusunan peta kurikulum, hingga penguatan tugas akhir dan Capstone Design sebagai integrasi kompetensi mahasiswa.

Melalui forum ini, UMMAT kembali menegaskan tekadnya untuk membangun sistem pendidikan tinggi yang berorientasi pada capaian pembelajaran lulusan, adaptif terhadap perubahan, serta memiliki kontribusi konkret bagi masyarakat dan dunia kerja.