KabarLagi.com-Angka prevalensi stunting di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) tercatat sebesar 13,39 persen, berada di bawah rata-rata nasional. Capaian ini menunjukkan keberhasilan berbagai program percepatan penurunan stunting yang dijalankan secara konsisten dan kolaboratif oleh pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten dan kota.
Gubernur NTB, Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan bahwa penurunan angka stunting tersebut bukan hasil kerja satu pihak semata, melainkan buah dari sinergi dan komitmen bersama seluruh pemangku kepentingan di daerah. Mulai dari pemerintah kabupaten/kota, tenaga kesehatan, hingga peran aktif masyarakat di tingkat desa.
“Capaian ini adalah hasil kerja bersama. Kabupaten dan kota memiliki peran sangat penting karena intervensi langsung dilakukan di tingkat paling dekat dengan masyarakat,” ujar Iqbal dalam keterangannya.
Iqbal menjelaskan, strategi penanganan stunting di NTB tidak hanya berfokus pada aspek kesehatan, tetapi juga menyentuh faktor pendukung lain seperti pemenuhan gizi ibu dan anak, sanitasi lingkungan, akses air bersih, serta edukasi keluarga. Pendekatan terintegrasi tersebut dinilai efektif dalam menurunkan prevalensi stunting secara bertahap dan berkelanjutan.
Menurutnya, keberhasilan NTB menekan angka stunting hingga di bawah nasional juga tidak lepas dari penguatan peran posyandu, pendampingan keluarga berisiko stunting, serta optimalisasi program lintas sektor yang melibatkan dinas kesehatan, pendidikan, sosial, dan pemberdayaan masyarakat desa.
Meski demikian, Iqbal mengingatkan bahwa capaian ini tidak boleh membuat semua pihak berpuas diri. Tantangan ke depan masih besar, terutama dalam menjaga konsistensi program dan memastikan tidak terjadi peningkatan kembali angka stunting di wilayah-wilayah tertentu.
“Kita harus menjaga momentum ini. Target kita bukan hanya menurunkan angka, tetapi memastikan anak-anak NTB tumbuh sehat, cerdas, dan memiliki masa depan yang lebih baik,” tegasnya.
Pemerintah Provinsi NTB berkomitmen untuk terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota, sekaligus mendorong inovasi program berbasis kebutuhan lokal. Dengan kerja sama yang solid dan berkelanjutan, NTB optimistis dapat menjadi salah satu provinsi dengan capaian penurunan stunting terbaik di Indonesia.
