Menuju Energi Bersih 2050, Gubernur Iqbal Dorong NTB Jadi Pusat SDM Energi Terbarukan

0
35

KabarLagi.Com--Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat semakin serius menyiapkan langkah menuju target Net Zero Emission (NZE) tahun 2050. Komitmen tersebut menguat dalam pertemuan antara Gubernur NTB, Lalu Muhamad Iqbal dengan Chief Executive Officer Institute for Essential Services Reform (IESR), Fabby Tumiwa, di ruang kerja gubernur, Rabu (3/6/2026).

Dalam audiensi tersebut, Gubernur Iqbal menyampaikan bahwa NTB membutuhkan arah kebijakan yang jelas dalam menghadapi transisi energi menuju penggunaan energi bersih dan rendah emisi. Menurutnya, kolaborasi dengan IESR menjadi langkah penting untuk mempercepat penyusunan peta jalan NZE yang terukur dan realistis.

Ia menilai NTB memiliki kekuatan besar di sektor energi terbarukan yang dapat dimanfaatkan untuk mendorong pembangunan ekonomi berkelanjutan di masa depan. Selain menjaga lingkungan, transformasi energi juga diyakini mampu membuka peluang investasi dan lapangan kerja baru bagi masyarakat.

“Kita ingin transisi energi tidak hanya menjadi agenda lingkungan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi nyata bagi daerah,” ujarnya.

Sementara itu, Fabby Tumiwa menegaskan kesiapan IESR mendampingi NTB dalam proses menuju NZE 2050, mulai dari penyusunan kebijakan, penguatan ekosistem energi bersih, hingga mendorong investasi di sektor energi terbarukan.

Menurut Fabby, sejumlah daerah di Indonesia telah lebih dahulu menetapkan target emisi nol bersih, seperti Bali yang menargetkan NZE pada 2045 dan Nusa Tenggara Timur pada 2050. Pengalaman tersebut, kata dia, dapat menjadi referensi penting bagi NTB dalam menyusun strategi transisi energi.

IESR juga telah melakukan kajian mengenai pengembangan pulau berbasis 100 persen energi terbarukan. Dari hasil kajian tersebut, Pulau Sumbawa dinilai memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan listriknya secara mandiri melalui energi bersih, khususnya tenaga surya yang diperkirakan mencapai 8,64 gigawatt.

Fabby menambahkan, kebijakan nasional yang didorong Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan energi surya di puluhan ribu desa menjadi momentum strategis bagi daerah untuk mempercepat pemanfaatan energi terbarukan.

Dalam pertemuan itu, Direktur Eksekutif ViriyaENB, Suzanty Sitorus, turut mendorong NTB agar fokus memperkuat kualitas sumber daya manusia di sektor energi bersih.

Menanggapi hal tersebut, Gubernur Iqbal optimistis tenaga kerja asal NTB memiliki peluang besar untuk bersaing di industri energi terbarukan, termasuk di pasar internasional seperti kawasan Timur Tengah. Ia menilai kemampuan bahasa Arab yang dimiliki banyak tenaga kerja NTB menjadi nilai tambah yang perlu didukung dengan pendidikan teknis dan sertifikasi kompetensi.

Pertemuan tersebut menghasilkan kesepahaman awal untuk menjajaki kerja sama penyusunan peta jalan NZE NTB serta pengembangan kebijakan rendah emisi. Beberapa sektor yang menjadi fokus meliputi energi terbarukan, kendaraan listrik, transportasi publik ramah lingkungan, pengembangan kawasan industri berkelanjutan, hingga peningkatan kapasitas tenaga kerja hijau.

Kolaborasi ini diharapkan menjadi fondasi penting bagi NTB dalam mempercepat transformasi menuju energi bersih sekaligus memperkuat posisi daerah sebagai salah satu pusat pengembangan energi terbarukan di Indonesia Timur. (Sumber: DiskominfoNTB)