KabarLagi.Com–Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar Kuliah Pakar Program Studi Magister Ilmu Lingkungan di Aula Pascasarjana Lt. 4 Gedung FIK UMMAT, Rabu (3/6/2026). Kegiatan akademik tersebut menghadirkan dua narasumber yang memiliki kompetensi di bidang lingkungan, teknologi spasial, dan pengelolaan sumber daya alam.
Kuliah pakar dibuka oleh Wakil Direktur Pascasarjana UMMAT, Dr. Ibrahim M. Ali, yang dalam sambutannya menegaskan pentingnya penguatan kapasitas akademik mahasiswa melalui forum ilmiah yang menghadirkan para pakar dan praktisi berpengalaman.
Menurutnya, tantangan perubahan iklim global saat ini membutuhkan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi yang mampu membantu proses monitoring serta pengelolaan lingkungan secara lebih efektif dan berkelanjutan.
Kegiatan tersebut mengangkat tema “Integrasi Teknologi Remote Sensing dan GIS dalam Monitoring Degradasi Lahan Akibat Anomali Iklim Global”. Tema ini dinilai sangat relevan dengan kondisi lingkungan saat ini, terutama dalam menghadapi ancaman degradasi lahan akibat perubahan iklim dan tekanan aktivitas manusia.
Pemateri pertama, Dr. Adi Wijaya, M.Sc., yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Informasi dan Data Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, memaparkan pentingnya pemanfaatan teknologi penginderaan jauh (remote sensing) dan Geographic Information System (GIS) dalam pemantauan kondisi lingkungan secara akurat dan real time.
Dalam pemaparannya, Dr. Adi Wijaya menjelaskan bahwa teknologi berbasis citra satelit dapat digunakan untuk mendeteksi perubahan tutupan lahan, kerusakan ekosistem, hingga dampak anomali iklim terhadap lingkungan dan sumber daya alam. Ia juga menekankan bahwa teknologi spasial saat ini menjadi instrumen penting dalam mendukung pengambilan kebijakan berbasis data.
Selain aktif sebagai praktisi dan peneliti, Dr. Adi Wijaya diketahui memiliki sejumlah publikasi ilmiah nasional dan internasional terkait penginderaan jauh, oseanografi, perubahan iklim, dan analisis spasial lingkungan.
Sementara itu, pemateri kedua, Dr. Sykuriadi, selaku Ketua Program Studi Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana UMMAT, menyampaikan materi terkait pentingnya penguatan kajian lingkungan berbasis riset dan kolaborasi multidisipliner dalam menghadapi tantangan kerusakan lingkungan di masa depan.
Menurutnya, perguruan tinggi memiliki tanggung jawab besar dalam melahirkan sumber daya manusia yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menghadirkan solusi nyata terhadap berbagai persoalan lingkungan yang terjadi di masyarakat.
Kegiatan kuliah pakar tersebut berlangsung interaktif dan mendapat antusias tinggi dari mahasiswa Magister Ilmu Lingkungan Pascasarjana UMMAT. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu memperluas wawasan akademik sekaligus meningkatkan kemampuan analisis dalam bidang lingkungan berbasis teknologi modern.
