Dari Praya, MTQ XXXI NTB Teguhkan Visi Serambi Al-Qur’an

0
16

KabarLagi.com–Pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) XXXI Tingkat Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kabupaten Lombok Tengah tidak hanya menjadi ajang kompetisi membaca dan memahami Al-Qur’an, tetapi juga menjadi ruang mempererat kebersamaan masyarakat.

Sejak pawai ta’aruf hingga pembukaan resmi, ribuan warga memadati arena kegiatan. Tokoh agama, tokoh masyarakat, unsur pemerintah, hingga perwakilan lintas agama turut hadir dalam berbagai rangkaian kegiatan yang berlangsung di Praya.

Kehadiran berbagai elemen masyarakat tersebut mencerminkan semangat toleransi dan kebersamaan yang mengiringi pelaksanaan syiar Islam di Nusa Tenggara Barat.

Sebagai tuan rumah, Kabupaten Lombok Tengah dinilai berhasil menyelenggarakan MTQ dengan persiapan yang matang. Berbagai fasilitas penunjang disiapkan, mulai dari arena utama, lokasi perlombaan, hingga pelayanan bagi peserta dan tamu. Pada malam pembukaan, panitia juga menampilkan Tarian Kolosal Rahmatan Lil ‘Alamin yang memadukan unsur seni budaya dan nilai-nilai keagamaan.

Sekretaris Umum Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Pusat, Prof. Dr. H. Muchlis M. Hanafi, memberikan apresiasi terhadap tingginya antusiasme masyarakat NTB dalam kegiatan Al-Qur’an. Apresiasi tersebut menjadi indikator kuatnya budaya Qurani yang berkembang di daerah ini.

Pelaksanaan MTQ XXXI juga sejalan dengan visi Pemerintah Provinsi NTB yang mendorong penguatan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat melalui program NTB sebagai Serambi Al-Qur’an. Upaya tersebut diarahkan pada peningkatan literasi Al-Qur’an, pembinaan qari dan qariah, serta penguatan karakter generasi muda.

Selain menjadi ajang kompetisi, MTQ dipandang sebagai bagian dari proses pembinaan berkelanjutan untuk menjaring dan mengembangkan potensi peserta yang nantinya dapat mewakili daerah pada tingkat nasional maupun internasional.

Selama pelaksanaan kegiatan, MTQ berlangsung aman dan tertib. Sejumlah dinamika yang muncul terkait hasil penilaian, substansi soal, maupun kendala teknis ditangani melalui mekanisme klarifikasi dan evaluasi oleh panitia serta dewan hakim sesuai ketentuan yang berlaku.

Memasuki babak akhir perlombaan, seluruh cabang musabaqah telah menyelesaikan tahap penyisihan dan menghasilkan para finalis terbaik dari 10 kabupaten dan kota di Nusa Tenggara Barat. Kompetisi berlangsung dalam suasana sportif dengan semangat memuliakan Al-Qur’an dan mempererat ukhuwah Islamiyah.

Keberhasilan penyelenggaraan MTQ XXXI tidak terlepas dari kolaborasi antara Pemerintah Provinsi NTB, Pemerintah Kabupaten Lombok Tengah, LPTQ, dewan hakim, aparat keamanan, relawan, dan masyarakat yang terlibat dalam seluruh rangkaian kegiatan.

Menjelang babak final, perhatian kini tertuju pada proses penilaian yang objektif dan profesional untuk menghasilkan peserta terbaik yang akan mewakili NTB pada ajang MTQ tingkat nasional.

Pelaksanaan MTQ XXXI diharapkan tidak hanya menghasilkan para juara, tetapi juga memperkuat budaya Qurani, meningkatkan semangat pembinaan generasi muda, serta mempererat persaudaraan masyarakat di Nusa Tenggara Barat.(TM)