Mendikdasmen Pastikan Sekolah Terintegrasi Dibangun di Sumbawa, Serap Aspirasi Kepala Sekolah

0
12

KabarLagi.com–Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI, Abdul Mu’ti, memastikan pemerintah akan membangun Sekolah Terintegrasi di Kabupaten Sumbawa sebagai bagian dari upaya pemerataan akses pendidikan berkualitas di Indonesia.

Kepastian tersebut disampaikan Abdul Mu’ti saat menghadiri Sarasehan Bersama Kepala Sekolah dan Pengawas se-Kabupaten Sumbawa di Aula H. Madilaoe ADT Lantai III Kantor Bupati Sumbawa, Kamis (16/7).

Kegiatan itu dihadiri Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, jajaran Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Kepala Dinas Pendidikan Provinsi NTB, Sekretaris Daerah Kabupaten Sumbawa, Forkopimda, pimpinan perangkat daerah, serta ratusan kepala sekolah dari jenjang PAUD hingga SMK.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menyampaikan apresiasi atas perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan sektor pendidikan di Sumbawa. Ia menilai, sebagai daerah dengan wilayah yang luas, Sumbawa masih membutuhkan dukungan untuk pemerataan infrastruktur pendidikan, terutama revitalisasi sekolah di kawasan terpencil.

Selain mengusulkan tambahan program revitalisasi sekolah, Bupati juga menyampaikan kesiapan Pemerintah Kabupaten Sumbawa mendukung pembangunan Sekolah Terintegrasi. Menurutnya, lahan seluas yang dibutuhkan telah disiapkan di Desa Kerekeh dan dinilai strategis karena berada di kawasan yang berdekatan dengan Batalyon Teritorial Pembangunan.

Bupati juga melaporkan perkembangan pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Hingga saat ini telah beroperasi 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), sementara kebutuhan Kabupaten Sumbawa diperkirakan mencapai lebih dari 100 titik layanan.

Menanggapi berbagai usulan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk terus memperkuat kualitas pendidikan melalui peningkatan infrastruktur, penguatan kapasitas guru, pembentukan karakter peserta didik, serta penyempurnaan regulasi pendidikan.

Ia menjelaskan, pada Tahun Anggaran 2026 pemerintah akan mempercepat revitalisasi sekolah, pembangunan unit sekolah baru, dan digitalisasi pendidikan, termasuk penyaluran perangkat smartboard ke satuan pendidikan. Pemerintah juga menyiapkan sekitar 150 ribu beasiswa untuk meningkatkan kompetensi dan kualifikasi guru.

Selain itu, penguatan pendidikan karakter akan dilakukan melalui berbagai program, seperti Tujuh Kebiasaan Anak Indonesia Hebat, Pagi Ceria, serta pengembangan kegiatan ekstrakurikuler yang didukung regulasi pendidikan yang lebih kuat.

Usai memberikan arahan, Mendikdasmen berdialog langsung dengan para kepala sekolah dan pengawas. Berbagai persoalan pendidikan disampaikan, mulai dari kebutuhan sarana dan prasarana, pemerataan guru, peningkatan kompetensi tenaga pendidik, hingga tantangan penyelenggaraan pendidikan di wilayah pelosok.

Seluruh aspirasi tersebut ditanggapi langsung oleh Abdul Mu’ti. Ia menegaskan pemerintah akan terus membuka ruang dialog dengan daerah agar setiap kebijakan pendidikan yang diambil benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan mendorong terwujudnya pendidikan bermutu untuk semua.(TM)