UKM SPEKTRA UMMAT Gelar ICMRI 2026, Libatkan 78 Pemakalah dari 35 Perguruan Tinggi

0
62

KabarLagi.Com– Unit Kegiatan Mahasiswa Studi Penelitian, Publikasi, dan Kompetisi Transformatif (UKM SPEKTRA) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) kembali menegaskan eksistensinya sebagai motor penggerak budaya riset mahasiswa melalui penyelenggaraan Spektra International Conference on Multidisciplinary Research and Innovation (ICMRI) 2026, Rabu (5/8/2026), di Aula Lantai III Gedung Rektorat UMMAT.

Mengusung tema “Empowering Young Researchers Through Multidisciplinary Innovation for a Sustainable and Digital Future, konferensi internasional ini berhasil menghimpun 78 pemakalah dari 35 perguruan tinggi di Indonesia. Forum ilmiah tersebut menjadi wadah strategis bagi mahasiswa dan dosen untuk mempresentasikan hasil penelitian, bertukar gagasan inovatif, sekaligus membangun jejaring kolaborasi akademik lintas disiplin ilmu.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Sekretaris Rektor I UMMAT, Dr. Syafril, M.Pd. Turut hadir Drs. Amil, M.M., para Wakil Dekan di lingkungan UMMAT, dosen pembimbing, serta peserta konferensi dari berbagai perguruan tinggi.

Sebagai konferensi bertaraf internasional, ICMRI 2026 menghadirkan akademisi dari dalam dan luar negeri sebagai keynote speaker. Dari mancanegara hadir Dr. Rubab Manzoor dari University of Management and Technology, Pakistan, serta Dr. Lalu Irfan Hadimi dari Deakin University, Australia. Keduanya membahas pentingnya kolaborasi riset internasional, inovasi multidisipliner, dan publikasi ilmiah sebagai tolok ukur daya saing perguruan tinggi di tingkat global.

Keunikan ICMRI 2026 terletak pada keterlibatan mahasiswa sebagai pembicara utama. Tiga mahasiswa terpilih, yakni Putri Hindun dan Sri Rahmi Salsabila dari UMMAT, serta Gregoria Wiwin dari Universitas Katolik Santa Paulus Ruteng, dipercaya menjadi keynote speaker mahasiswa. Mereka mempresentasikan hasil penelitian, pengalaman akademik, dan gagasan inovatif yang menunjukkan bahwa mahasiswa mampu menjadi aktor penting dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi.

Ketua Panitia ICMRI 2026, Hanik, mengatakan bahwa konferensi ini dirancang sebagai ruang kolaboratif bagi mahasiswa dan dosen untuk memperkuat tradisi penelitian, penulisan ilmiah, dan publikasi hasil riset.

“Kami berharap ICMRI menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk terus berkolaborasi dalam meneliti, menulis, dan mempublikasikan hasil-hasil penelitian. Sebab melalui tulisan, gagasan dan kontribusi seseorang akan tetap hidup dan dikenang sepanjang masa,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa ICMRI tidak sekadar menjadi agenda ilmiah tahunan, tetapi juga bagian dari proses kaderisasi peneliti muda yang memiliki daya saing global.

“Kami berharap ICMRI menjadi pintu gerbang lahirnya mahasiswa-mahasiswa berbakat yang terus mengembangkan kapasitas riset, publikasi ilmiah, dan diseminasi hasil penelitian hingga mampu bersaing pada forum-forum internasional,” tambahnya.

Sementara itu, Pembina UKM SPEKTRA, Dr. Syaharuddin, mengapresiasi seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya konferensi tersebut. Menurutnya, sinergi berbagai lembaga menjadi modal penting dalam membangun ekosistem riset yang sehat dan berkelanjutan di lingkungan Universitas Muhammadiyah Mataram.

“Atas nama pembina UKM SPEKTRA, kami menyampaikan terima kasih kepada seluruh lembaga dan mitra yang telah memberikan dukungan sehingga ICMRI dapat terselenggara dengan baik. Dukungan ini merupakan bentuk komitmen bersama dalam membangun iklim riset, publikasi ilmiah, dan inovasi yang positif di lingkungan UMMAT. Alhamdulillah, upaya tersebut mulai menunjukkan hasil dengan semakin meningkatnya reputasi dan peringkat Universitas Muhammadiyah Mataram, baik di tingkat nasional maupun internasional,” ungkapnya.

Mewakili Rektor UMMAT, Dr. Syafril, M.Pd., menegaskan bahwa tantangan global di era digital tidak lagi dapat diselesaikan melalui satu disiplin ilmu semata. Menurutnya, pendekatan multidisipliner menjadi kunci dalam melahirkan inovasi yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat secara berkelanjutan.

Apresiasi juga datang dari Wakil Rektor III UMMAT, Assoc. Prof. Dr. Erwin, M.Pd., yang menyampaikan pandangannya melalui WhatsApp. Ia menilai keberhasilan penyelenggaraan ICMRI 2026 menjadi bukti nyata bahwa organisasi kemahasiswaan mampu mengambil peran strategis dalam mendukung internasionalisasi perguruan tinggi.

“ICMRI menunjukkan bahwa organisasi kemahasiswaan tidak hanya menjadi ruang pengembangan minat dan bakat, tetapi juga mampu menjadi motor penggerak budaya riset, publikasi ilmiah, dan kolaborasi akademik di tingkat internasional. Ini merupakan langkah strategis dalam membangun ekosistem akademik yang produktif, inovatif, dan berdaya saing global,” ujarnya.

Lebih lanjut, Dr. Erwin berharap ICMRI terus berkembang menjadi gerakan akademik yang berkelanjutan, bukan sekadar kegiatan tahunan. Menurutnya, hasil-hasil penelitian yang dipresentasikan harus diarahkan menjadi publikasi pada jurnal bereputasi, melahirkan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat, serta memperluas kolaborasi dengan perguruan tinggi, dunia industri, dan mitra internasional.

“Ke depan, kami berharap ICMRI mampu melahirkan lebih banyak peneliti muda yang memiliki integritas, kemampuan berpikir kritis, serta keberanian menghasilkan inovasi yang berdampak. Forum seperti ini harus menjadi inkubator lahirnya generasi akademisi yang tidak hanya unggul dalam penelitian, tetapi juga mampu menghadirkan solusi atas berbagai persoalan bangsa dan berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan di era digital,” tegasnya.

Melalui penyelenggaraan ICMRI 2026, Universitas Muhammadiyah Mataram kembali memperlihatkan komitmennya dalam memperkuat budaya akademik berbasis riset, memperluas kolaborasi nasional maupun internasional, serta mencetak generasi peneliti muda yang adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Konferensi ini diharapkan terus menjadi agenda strategis yang mendorong peningkatan kualitas publikasi ilmiah, inovasi multidisipliner, dan reputasi akademik UMMAT di tingkat global.