Menembus Orong Telu, Sagantara Bawa Misi Pendidikan ke Desa Mungkin

0
13

KabarLagi.com—Jalan panjang dan akses sulit menuju Desa Mungkin, Kecamatan Orong Telu, tak menyurutkan langkah 28 anak muda yang tergabung dalam Ekspedisi Sagantara Foundation Pedalaman Sumbawa Vol. 3.

Selama 10–19 Agustus 2026, mereka akan tinggal dan berinteraksi langsung dengan masyarakat, membawa sejumlah agenda pendidikan, sosial, pemberdayaan, hingga kegiatan kebudayaan.

Ekspedisi tersebut dilepas Bupati Sumbawa, Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P., di Aula H. Madilaoe ADT Kantor Bupati Sumbawa, Senin (10/8/2026). Kegiatan ini merupakan kolaborasi Sagantara Foundation bersama Universitas Teknologi Sumbawa (UTS).

Bagi Bupati Jarot, kehadiran anak-anak muda di wilayah pedalaman bukan sekadar kegiatan sosial. Interaksi langsung dengan masyarakat dan anak-anak di desa, menurutnya, dapat membuka ruang belajar sekaligus menumbuhkan kepedulian generasi muda terhadap persoalan di daerah.

“Yang kalian lakukan bukan sekadar datang ke desa, mengajar, bermain bersama anak-anak, atau berbagi pengetahuan. Kalian sedang membantu memastikan setiap anak, di mana pun tinggalnya, tetap merasa punya masa depan,” kata Jarot.

Ia juga meminta para peserta menjadikan perjalanan tersebut sebagai ruang belajar. Kehidupan masyarakat pedalaman dinilai dapat memberikan pengalaman yang tidak selalu ditemukan di ruang kelas.

“Jangan dianggap sebagai beban. Jadikan ini kesempatan untuk belajar dari masyarakat,” ujarnya.

Selain pendidikan, peserta juga diminta ikut menyampaikan pesan tentang pentingnya menjaga lingkungan. Hal itu dikaitkan dengan program Sumbawa Hijau Lestari yang mendorong keterlibatan masyarakat dalam menjaga hutan dan lingkungan hidup.

Pemkab Sumbawa, kata Jarot, siap mendukung masyarakat yang ingin melakukan penghijauan melalui penyediaan bibit pohon secara gratis.

Untuk menjaga kondisi fisik selama berada di lapangan, peserta juga diingatkan memperhatikan pola hidup sehat, mulai dari asupan makanan, istirahat, olahraga, cukup minum, mendapatkan sinar matahari, hingga menjaga pikiran tetap positif.

Project Leader Ekspedisi Sagantara Foundation, Aura Ratu Bilqis, mengatakan kegiatan tersebut telah memasuki tahun ketiga. Desa Mungkin dipilih sebagai lokasi ekspedisi dengan membawa sejumlah program yang akan dilaksanakan bersama masyarakat.

Selain agenda pendidikan dan sosial, peserta juga akan terlibat dalam kegiatan memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, berbagai perlombaan, serta festival kebudayaan.

“Kami ingin terus hadir dan memberikan dampak bagi masyarakat. Terima kasih kepada Pemkab Sumbawa dan UTS atas dukungan dan kolaborasinya,” kata Aura.

Kolaborasi dengan UTS juga menjadi bagian penting dalam ekspedisi ini. Perwakilan UTS, Nurul Huda Ningsih, mengatakan keterlibatan mahasiswa di lapangan menjadi kesempatan untuk menguji sekaligus menerapkan pengetahuan yang diperoleh di bangku kuliah.

Menurutnya, perguruan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan mahasiswa yang kuat secara akademik, tetapi juga perlu membangun kepekaan terhadap persoalan masyarakat.

Pelepasan 28 peserta kemudian ditandai dengan penyematan tanda pengenal oleh Bupati Sumbawa kepada perwakilan tim ekspedisi.

Dari pusat pemerintahan menuju salah satu wilayah dengan akses terberat di Sumbawa, perjalanan Sagantara kali ini membawa satu pesan sederhana: pendidikan dan pengetahuan seharusnya tidak berhenti di tempat yang mudah dijangkau.