Bencana Kekeringan di Bima: BPBD Distribusikan 50.000 Liter Air Bersih ke 32 Desa Terdampak

0
628

KabarLagi.Com– Kekeringan yang disebabkan oleh fenomena El Nino terus meluas di wilayah Kabupaten Bima, memaksa ribuan warga menghadapi krisis air bersih. Hingga Senin, 21 Oktober 2024, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bima melaporkan bahwa bantuan air bersih telah disalurkan ke 32 desa di 11 kecamatan yang terdampak, dengan total bantuan mencapai 50.000 liter.

Kepala  Pelaksana BPBD Kabupaten Bima, H. Isra, menyampaikan distribusi air bersih dilakukan secara bertahap di sejumlah wilayah, antara lain Kecamatan Wawo, Woha, Palibelo, Madapangga, dan Belo. Bantuan air ini menyasar 4.168 kepala keluarga (KK), atau sekitar 18.235 jiwa, yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat cuaca panas ekstrem.

Rincian Penyaluran Air Bersih di Kecamatan Wawo, desa Pesa: 2 rit (10.000 liter) untuk 125 KK (382 jiwa)
,Desa Maria: 1 rit (5.000 liter) untuk 55 KK (165 jiwa), Desa Kombo: 1 rit (5.000 liter) untuk 63 KK (192 jiwa)

Untuk Kecamatan Woha yaitu Desa Kalampa: 1 rit (5.000 liter) untuk 82 KK (257 jiwa),Desa Waduwani: 1 rit (5.000 liter) untuk 103 KK (315 jiwa). Sementara Kecamatan Palibelo, Desa Tonggorisa: 3 rit (15.000 liter) untuk 316 KK (962 jiwa), Desa Dore: 1 rit (5.000 liter) untuk 61 KK (192 jiwa), Desa Nata: 1 rit (5.000 liter) untuk 82 KK (253 jiwa)

Selanjutnya Kecamatan Madapangga:
Desa Woro: 2 rit (10.000 liter) untuk 347 KK (1.062 jiwa), Kecamatan Belo,Desa Runggu: 1 rit (5.000 liter) untuk 85 KK (269 jiwa).

Mantan Camat Wera dan Tambora ini menuturkan BPBD Kabupaten Bima telah berkoordinasi dengan camat, kepala desa, Polsek, Koramil, serta dinas terkait untuk mempercepat penanganan darurat dan memastikan distribusi air bersih berjalan lancar. Tim BPBD juga melakukan pengamatan dan kaji cepat terhadap kondisi lapangan serta mendata daerah-daerah yang terdampak paling parah.

Selain bantuan air, masyarakat dihimbau untuk menggunakan air secara bijak, mengantisipasi potensi bencana lainnya seperti angin puting beliung, banjir bandang, tanah longsor, serta kebakaran hutan yang bisa terjadi akibat cuaca ekstrem.

“Meskipun distribusi air bersih telah dilakukan, BPBD Kabupaten Bima mencatat adanya kebutuhan mendesak akan tandon air bersih di beberapa wilayah untuk menampung pasokan air bantuan,”ujarnya.

Ia menambahkan upaya penanganan bencana kekeringan ini terus diintensifkan oleh BPBD Kabupaten Bima, dengan mengutamakan wilayah-wilayah yang paling terdampak.

“Kami minta masyarakat tetap tenang dan melaporkan setiap permasalahan terkait kekeringan kepada BPBD, camat, atau aparat desa setempat untuk penanganan lebih lanjut,”pungkasnya.