KabarLagi.Com – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi dosen dengan mengusung tema “Internalisasi Karakter Al-Islam dan Kemuhammadiyahan (AIK): Transformasi Profesional Dosen Menuju Ekosistem Kampus Islam dan Unggul.” Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Kamis (23/04/2026) hingga Sabtu (25/04/2026).
Pembukaan kegiatan dilaksanakan secara resmi di kampus UMMAT, kemudian dilanjutkan di Hotel Jayakarta Lombok, Senggigi. Sebanyak 125 peserta hadir mengikuti kegiatan yang menjadi bagian penting dalam penguatan ideologi dan profesionalitas dosen di lingkungan UMMAT.
Setelah pembukaan, kegiatan langsung diisi dengan materi perdana yang disampaikan oleh Ketua Nasyiatul Aisyiyah (NA) Muhammadiyah NTB sekaligus Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Dr. Falahudin, M.Ag. Ia membawakan materi tentang Risalah Islam Berkemajuan serta peran perempuan dalam Perempuan Islam Berkemajuan. Dalam pemaparannya, ia menekankan pentingnya membangun cara pandang Islam yang progresif, inklusif, dan berorientasi pada kemajuan peradaban.
Materi kemudian dilanjutkan oleh para pemateri lainnya dengan topik pengenalan Muhammadiyah, penguatan akidah (tauhid), serta praktik ibadah yang sesuai dengan tuntunan persyarikatan. Seluruh rangkaian materi dirancang untuk membentuk karakter dosen yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai keislaman dan kemuhammadiyahan.
Wakil Rektor VI UMMAT, Dr. Zainudin, dalam keterangannya menyampaikan bahwa kegiatan Baitul Arqam ini merupakan langkah strategis dalam membangun identitas dosen Muhammadiyah. Menurutnya, dosen tidak hanya berperan sebagai pengajar, tetapi juga sebagai agen transformasi nilai.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memastikan bahwa setiap dosen memahami secara utuh nilai-nilai Muhammadiyah, sehingga mampu mengintegrasikan antara kompetensi akademik dan karakter AIK dalam proses pembelajaran. Ini menjadi fondasi utama dalam membangun ekosistem kampus Islam yang unggul, berkemajuan, dan berdaya saing global,” ujarnya.
Ia juga menambahkan bahwa internalisasi AIK bukan sekadar kegiatan formal, melainkan proses berkelanjutan dalam membentuk kultur akademik yang berlandaskan nilai spiritual, moral, dan intelektual secara seimbang.
Sementara itu, Ketua Panitia, Supratman, menyampaikan bahwa dari total 125 peserta yang mengikuti kegiatan sejak awal, tersisa 105 peserta hingga akhir kegiatan.
“Seluruh peserta yang tersisa ini nantinya akan diserahkan kepada pimpinan universitas untuk dilakukan penilaian dan pengambilan keputusan lebih lanjut,” jelasnya.
Kegiatan ini juga menghadirkan instruktur langsung dari Pimpinan Pusat Muhammadiyah, termasuk unsur Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI). Kehadiran para instruktur pusat ini memberikan penguatan ideologis sekaligus standarisasi kaderisasi Muhammadiyah di lingkungan perguruan tinggi.
Melalui Baitul Arqam ini, UMMAT menegaskan komitmennya dalam mencetak dosen yang tidak hanya profesional dalam bidang keilmuan, tetapi juga memiliki integritas, spiritualitas, dan loyalitas terhadap nilai-nilai Islam berkemajuan. Kegiatan ini diharapkan menjadi pijakan penting dalam mewujudkan kampus Muhammadiyah yang unggul, berkarakter, dan mampu menjawab tantangan zaman.(Pewarta: Furkan)
