Bupati Dompu Dorong Transformasi Ekonomi, Agroindustri Jadi Arah Baru Pembangunan Daerah

0
14

KabarLagi.comPemerintah Kabupaten Dompu terus memperkuat langkah transformasi ekonomi daerah dengan mendorong pengembangan sektor agroindustri sebagai penopang pertumbuhan ekonomi masa depan. Upaya tersebut ditandai dengan peresmian Rumah Produksi Rokok Imilna Bumen Mandiri Bersinar di Desa Kadindi Barat, Kecamatan Pekat, Kamis (4/6).

Bupati Dompu, Bambang Firdaus, mengatakan bahwa pembangunan industri berbasis komoditas lokal merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian dan perkebunan yang selama ini menjadi kekuatan utama Kabupaten Dompu.

Menurutnya, Dompu tidak boleh hanya dikenal sebagai daerah penghasil bahan baku, tetapi harus mampu berkembang menjadi wilayah yang menghasilkan produk olahan bernilai ekonomi tinggi dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas.

“Potensi yang kita miliki harus memberikan manfaat ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat. Melalui penguatan sektor agroindustri, hasil-hasil pertanian dan perkebunan dapat diolah menjadi produk yang mampu menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, serta memperkuat kemandirian ekonomi daerah,” ujarnya.

Bambang menjelaskan, pembangunan rumah produksi rokok tersebut menjadi salah satu contoh hilirisasi komoditas lokal yang didukung melalui pemanfaatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT). Dana tersebut diharapkan mampu menjadi instrumen untuk memperkuat sektor usaha produktif yang berbasis pada potensi unggulan daerah.

Ia menilai, kehadiran industri pengolahan di sentra produksi tembakau seperti Kecamatan Pekat akan memberikan dampak ekonomi yang lebih luas, terutama bagi petani dan pelaku usaha lokal yang selama ini bergantung pada penjualan bahan baku.

Selain itu, Bupati juga menaruh harapan agar produk rokok kretek Tambora Raya (Tara) dapat berkembang menjadi salah satu identitas industri lokal yang mampu bersaing di pasar nasional. Untuk mencapai target tersebut, peningkatan kualitas produk harus dilakukan secara berkesinambungan, mulai dari pemilihan bahan baku, proses produksi, kemasan, hingga strategi pemasaran.

“Persaingan usaha saat ini semakin kompetitif. Karena itu kualitas harus menjadi prioritas agar produk lokal mampu berdiri sejajar dengan produk-produk yang telah lebih dulu dikenal masyarakat,” katanya.

Sebagai bentuk dukungan terhadap pengembangan industri daerah, Bambang mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk aparatur sipil negara dan pemerintah desa, untuk memberikan ruang bagi tumbuhnya produk lokal melalui penggunaan dan dukungan terhadap hasil industri yang diproduksi di daerah sendiri.

Menurutnya, keberpihakan terhadap produk lokal bukan semata soal konsumsi, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menjaga perputaran ekonomi daerah, membuka peluang kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.(TM)