Festival Malala 2026 Resmi Dibuka, 23 Kecamatan Ambil Bagian di Moyo Hilir

0
18

KabarLagi.com—Festival Malala 2026 resmi dibuka di Desa Poto, Kecamatan Moyo Hilir, Kabupaten Sumbawa, Selasa (16/6) malam. Kegiatan budaya tahunan masyarakat Sumbawa tersebut diikuti oleh 23 kecamatan dan digelar dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah.

Pembukaan festival dilakukan oleh Bupati Sumbawa, Syarafuddin Jarot, dan dihadiri Wakil Bupati Mohamad Ansori, Sekretaris Daerah, pimpinan DPRD, serta sejumlah kepala organisasi perangkat daerah (OPD).

Festival Malala merupakan tradisi pembuatan minyak herbal khas Sumbawa yang telah diwariskan secara turun-temurun. Minyak tersebut diracik dari berbagai bahan alami, seperti akar pohon, rempah-rempah, daun-daunan, dan kulit kayu yang diolah dengan metode tradisional di bawah arahan tabib atau sandro.

Selain menjadi bagian dari tradisi pengobatan masyarakat, Malala juga dikenal sebagai warisan budaya yang mencerminkan hubungan manusia dengan alam serta semangat gotong royong dalam kehidupan sosial masyarakat Sumbawa.

Dalam sambutannya, Bupati Syarafuddin Jarot menekankan bahwa Festival Malala tidak hanya menjadi ajang pelestarian budaya, tetapi juga momentum untuk memaknai Tahun Baru Islam sebagai semangat perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Ia juga mengingatkan pentingnya regenerasi pelaku budaya agar pengetahuan dan keterampilan meracik minyak Malala tetap terjaga di tengah perkembangan zaman.

Setiap pelaksanaan festival, minyak Malala yang dihasilkan kerap diberi nama-nama khas seperti Linggis Kali Pitu, Toar Basa, Salopas Urat, dan Linir Subuh. Nama-nama tersebut mengandung filosofi yang mencerminkan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat Sumbawa yang masih terpelihara hingga saat ini.

Festival Malala menjadi salah satu agenda budaya terbesar di Kabupaten Sumbawa yang terus dipertahankan sebagai upaya menjaga identitas dan warisan tradisi daerah.(TM)