Petani di So Tonda Terancam Gagal Panen Akibat Kekeringan

0
17

KabarLagi.com–Sekitar 100 hektare lahan padi musim tanam (MT) kedua di So Tonda, Desa Tonda, Kecamatan Woja, Kabupaten Dompu, terancam gagal panen akibat kekeringan yang melanda wilayah tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi, Kamis (18/6), sejumlah petani berupaya mempertahankan tanaman padi dengan memanfaatkan air dari sumur bor milik pribadi. Namun, keterbatasan debit air dinilai belum mampu memenuhi kebutuhan irigasi lahan yang cukup luas.

Salah seorang petani, Syahrul, mengatakan petani terpaksa mengairi sawah secara bergantian menggunakan pompa air dari sumur bor. Selain menghadapi keterbatasan pasokan air, petani juga harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli bahan bakar pompa.

“Kami menggunakan air sumur bor secara bergantian, tetapi debit airnya kecil sehingga tidak mampu mengairi seluruh lahan. Biaya operasional pompa juga cukup besar,” kata Syahrul.

Menurutnya, sebagian besar tanaman padi saat ini berusia sekitar dua bulan dan membutuhkan pasokan air yang cukup untuk mendukung pertumbuhan. Kondisi cuaca yang panas serta keterbatasan sumber air dikhawatirkan menyebabkan penurunan produksi hingga gagal panen.

Di tengah kondisi tersebut, terdapat sumur bor dalam yang dibangun melalui program ketahanan pangan pemerintah di wilayah So Tonda. Namun, fasilitas tersebut hingga kini belum dimanfaatkan oleh petani.

Kepala Desa Tonda, Mumbu, mengatakan belum mengetahui secara pasti jadwal serah terima proyek sumur bor tersebut kepada pemerintah desa maupun kelompok tani.

“Sampai saat ini kami belum mendapatkan informasi terkait serah terima maupun pengoperasian sumur bor tersebut,” ujarnya saat dihubungi.

Ia menjelaskan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pembangunan sumur bor mulai dikerjakan pada Agustus 2025 dan selesai pada Januari 2026. Namun, hingga kini fasilitas tersebut belum beroperasi.

Mumbu mengaku sejumlah petani telah menyampaikan harapan agar sumur bor tersebut segera difungsikan untuk membantu mengatasi kekeringan yang sedang terjadi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Dompu, menurut keterangan yang diperoleh media, menyatakan akan berkoordinasi dengan pihak terkait mengenai pemanfaatan sumur bor tersebut.

Hingga berita ini ditulis, para petani masih menunggu kejelasan mengenai pengoperasian sumur bor dalam yang diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan air bagi lahan pertanian di So Tonda. Jika kondisi kekeringan berlanjut, petani khawatir tanaman padi yang saat ini memasuki fase pertumbuhan tidak dapat berkembang optimal dan berpotensi mengalami gagal panen.(TM)