NasionalNews

Truk Pemuat Tanah Galian Resahkan Warga, Wakil Wali Kota: No Komen 

Kendaraan pemuat tanah galian beroperasi di perempatan Mampang Depok

DEPOK –  Sudah hampir delapan bulan truk pemuat tanah galian beroperasi  di Wilayah Pancoran Mas dan Kecamatan Limo serta Cinere. Tak ayal para wargapun banyak yang mengeluhkan terkait dampak dari pada aktifitas truk tersebut. Dampak tersebut antara lain kemacetan serta debu yang masuk di area warga. 

Menanggapi hal tersebut,  Wakil Wali Kota Depok, Pradi Supriatna belum mau menjawab terkait hal tersebut. “Saya no komen untuk urusan ini yah. Nanti dulu,” ungkapnya. Rabu (17/7).
Iya beralasan bahwa dirinya baru masuk pertama hari ini pasca keluar dari rumah sakit. “Saya baru masuk hari ini baru keluar dari rumah sakit. Makanya sya belum mau komentar,” ungkapnya.
Pantauan di lapangan hampir setiap hari truk Proyek tersebut beroperasi bahkan di pagi dan sore hari pun terlihat truk tersebut. Truk – truk tersebut mengambil tanah galian di Kecamatan Cipayung dengan melintasi perempatan Mampang dan jalan Pramuka kemudian tanah tersebut dibongkar di lokasi proyek Tol Desari yang ada di Kecamatan Limo.
Sebelumnya para warga mengeluhkan dengan adanya aktifitas truk tersebut. Warga merasa sejak truk tersebut melintas sejak November 2018 jalan di Pramuka terlihat  tanah merah berserakan di jalan.
“Jadi lihat jalan di depan itu mas udah pada merah. Belum lagi debu, belum lagi macet. Jadi kami cukup keberatan mas dengan adanya aktifitas truk tersebut,” pungkas Attar saat dikonfirmasi.
Ia berharap pemerintah segera mengambil solusi terkait hal tersebut. “Iya kita minta Pemkot turun tangan. Carikan solusi nya. Silakan beraktifitas tapi jangan sampai warga terganggu,” tuturnya.

Tagar
Selanjutnya

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button
Close
Close