Oleh. Mashud Sasaki
Keluarga adalah wadah kedua dalam masyarakat setelah individu. Keberadaan keluarga sangat menentukan sukses tidaknya suami isteri dalam merealisasikan visi pernikahannya.
Keluarga memiliki peran strategis dalam menyiapkan dan mengantarkan generasi penerus sebuah masyarakat. Keluarga juga disebut sebagai wadah terbaik untuk mendidik anak menjadi calon pemimpin di masa depan.
Wadah pendidikan pertama, yang di dalamnya ada ibu (pendidik pertama) sebelum menerima informasi dan pengetahuan lainnya adalah juga keluarga. Wal hasil, keluarga memiliki multi manfaat dalam kehidupan umat manusia.
Memasuki bulan Ramadhan 1441 H, keberadaan keluarga juga sangat menentukan dalam meraih predikat taqwa di akhir pelaksanaannya nanti. Karenanya berbagai persiapan dilakukan oleh sebuah keluarga dalam menyambut awal Puasa Ramadhan. Kerja-bakti, bersih-bersih rumah, berolah raga agar fisik sehat sebelum puasa, dan lain2 adalah contohnya.
Puasa Ramadhan tahun ini menjadi momentum luar biasa bagi sebuah keluarga. Kita tahu sejak dua bulan terakhir karena ujian Covid-19 masyarakat diminta oleh pemerintah untuk di rumah saja, ini artinya masyarakat diminta untuk banyak bersama keluarga di rumah.
Ada banyak peluang yang bisa dilakukan oleh kepala keluarga dalam memaksimalkan momentum banyak di rumah bersama keluarga. Namun demikian, kita tidak bisa menutup mata, tantangan juga tidak bisa kita hindari.
Lalu bagaimana sebaiknya….?
Sebagaimana diketahui bahwa keluarga adalah wadah terbaik dalam menyiapkan generasi penerus kita. Ada banyak ilmuan parenting (keluarga) yang telah menjelaskan tentang bagaimana membangun keluarga berkualitas dunia akhirat.
Lalu bagaimana menyiapkan keluarga menyambut Ramadhan? Bagaimana mengoptimalkan bulan Ramadhan agar berkualitas? Bagaimana menghadapi tantangan ?
Setiap keluarga pasti sudah memiliki trik2 dalam menyabut puasa Ramadhan. Setidaknya sudah menyiapkan ritme biologis dari bangun tidur sampe tidur kembali dengan kemasan bulan Ramdhan. Perencanaan yang baik akan menentukan baik tidaknya suatu kegiatan, termasuk kegiatan penuh selama bulan Ramadhan.
Agar Ramadhan kita berkualitas, tentu perlu kita buat target2 selama Ramadhan. Diantaranya al. One day one juz, shalat taraweh zero bolong, berinfaq shadaqah tiap hari sesuai kemampuan, perbanyak dzikir, tekun beribadah, gemar beramar ma’ruf, suka bermuhasabah, dan lain-lain.
Seseorang yang sudah berikhtiar dan maksimal untuk berbuat baik, namun masih ada tantangannya itu namanya ujian dari Allah. Namun bila ada orang dalam kesehariannya sering berbuat maksiat, kemudian banyak mendapat tantangan hidup itu namanya teguran dari Allah atau bisa menjadi azab dunia baginya.
Ujian dari Allah tidak akan pernah selesai bagi umat manusia. Selama masih ada kehidupan, selama itu pula akan ada ujian hidup, ini yang disebut sebagai sunnatullah dalam ajaran agama. Demikian juga, bila ada tantangan saat kita melakasanakan ibadah puasa, insyaAllah itu adalah bagian dari ujian keimanan kita.
Wallahu a’lam bis Shawab.
