KPU Kota Depok: Kami Akan Terus Sosialisasi Dan Dor To Dor Untuk Tingkatkan Partisipasi Pemilu

0
1

Depok–Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Depok, Nana Shobarna mengaku pihaknya memiliki pekerjaan rumah sebesar 21 persen untuk mencapai target partisipasi pemilih dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tahun 2020 yang telah ditentukan oleh KPU yaitu 77,5 persen.

“Memang kalau kita ingin melihat itu (tingkat partisipasi), memang harus melihat kepada Pilkada, Apple tu Apple. 2020 kita samakan target dengan pusat yaitu 77,5 persen, 2015 kita diangka 56 persen, kami punya pekerjaan rumah sebesar 21 persen untuk mencapai target tersebut,” kata Nana Shobarna kepada sejumlah pewarta di salah satu hotel, Margonda, Kamis (27/8/20) siang.

Untuk mencapai target tersebut, Nana mengatakan pihaknya terus gerilya melakukan sosialisasi, termasuk ketika pencocokan dan penelitian (coklit) yang dilakukan secara pintu ke pintu (door to door).

“Saat Coklit kemarin, kami intruksikan pada petugas, kami selipkan disitu 9 Desember nanti datang ke TPS. Jadi kita sudah melakukan sosialisasi selama sebulan melalui coklit dengan mengerahkan 4.015 petugas,” katanya.

Disamping itu, Nana mengatakan pihaknya juga melakukan sosialisasi secara virtual. Seluruh anggota panitia pemilihan kecamatan (PPK) dan panitia pemungutan suara (PPS) kata Nana telah dibekali link zoom meeting untuk sosialisasi ke pemilih pemula serta komunitas-komunitas.

“Kami juga melakukan lomba kampung Pilkada. Kita akan segera launching, kalau dulu pesertanya skopnya RW, kalau sekarang kita tingkatkan ke tingkat kelurahan, jadi peserta ada 63 Kelurahan. Siapa diantara 63 Kelurahan secara akumulasi dia yang paling tinggi tingkat partisipasi dialah pemenangnya,” katanya.

Meski demikian, Nana mengatakan untuk meningkatkan partisipasi pemilih bukan hanya tugas KPU. Untuk itu, ia berharap para stakeholder, pemerintah daerah aktif melakukan sosialisasi agar target partisipasi pemilih yang telah ditetapkan dapat tercapai.

“Ini tugas kita semua, tugas stakeholder, pemerintah daerah juga kami minta, karena pilkada ditengah Pandemi ini ada kebijakan dimana maksimal pemilih di satu TPS itu berjumlah 500, tadinya 800 terus konsikuensinya kita ada penambahan TPS dari 3417 sekarang kita 4015, ada 958 Penambahan TPS,” tandasnya