Turut Berduka, Fahri Hamzah: Sumbawa Berutang Budi Kepada Prof Abdul Malik Fadjar

0
35

KabarLagi.com, Mantan Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah ikut berduka atas meninggalnya tokoh Muhammadiyah Prof. Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Malik Fadjar, M.Sc.

Fahri menilai, almahrum Abdul Malik Fadjar adalah kader dan tokoh sejati yang dimiliki Muhammadiyah.

“Pak Malik adalah sosok pemikir, tokoh pendidikan dan pergerakan. Beliau tidak bisa berhenti berkarya. Pertemuan demi pertemuan yang saya ikuti membuat saya mengerti bahwa Malik Fadjar adalah kader dan tokoh Muhammadiyah sejati,” Kata Fahri dalam akun Twitter @Fahrihamzah, Selasa (8/9/20).

Fahri becerita, pada tahun 1998, ketika reformasi begolak, dirinya sering menginap di rumah Malik Fadzar di Daerah Menteng.

“Tokoh-tokoh berkumpul dan berdiskusi di rumah itu. Aku ikut dan mendengar, orde baru di ujung cerita. Benar, tak lama orba berakhir. Pak Habibie menjadi presiden RI,” katanya.

Lebih lanjut, Fahri mengatakan dirinya juga sering diuandang makan siang oleh Malik Fadzar setelah diangkat menjadi Menteri Agama dalam kabinet presiden Habibie.

“Saya sering diundang makan siang ke kantornya di lapangan Banteng. Sepertinya ada nostalgia tentang Sumbawa, tempat beliau menghabiskan masa awal karirnya tahun 1959-1963,” katanya.

Saat santap siang, kepada Abdul Malik Fahri bercerita bahwa ia adalah cucu Salim Umar, Taliwang.

Ya, Malik memang pernah menjadi seorang guru di Taliwang tahun 1959-1960. Dia mengajar Sekolah Rakyat Negeri (SRN) Taliwang.

“Pak Malik mengajar di Taliwang tahun 1959-1960 tempat beliau merasa dekat dengan keluarga kakek saya. Tentu banyak yang pribadi sifatnya. Kami sering membahasnya sambil santap siang,” katanya.

Dalam cuitan lain, Fahri juga menyampaikan bahwa masyarakat Sumbawa sangat berhutang budi kepada Abdul Malik Fadzar. Sebab kata dia, almahrum rela meninggalkan tanah Jawa untuk mengajar di Sumbawa.

“Selamat Jalan Pak Malik, insya Allah kerja Baktimu akan kami kenang. Kami di Sumbawa berhutang budi atas dedikasimu mengabdi di daerah yang masih sangat terbelakang waktu itu. Kau tinggalkan Tanah Jawa menuju sumbawa. Terima Kasih,” tandasnya.[]