Misteri Kematian Massal Ikan di Sungai Lepadi, Dugaan Pencemaran Mulai Diselidiki

0
18

KabarLagi.com–Kejadian tidak biasa terjadi di aliran Sungai Lepadi, Kecamatan Pajo, Kabupaten Dompu, Rabu (10/6) pagi. Ratusan ekor ikan ditemukan mati dan mengapung di permukaan sungai, memicu keresahan warga serta dugaan adanya pencemaran lingkungan yang diduga bersumber dari aktivitas pengolahan emas tradisional maupun tambang ilegal di kawasan tersebut.

Berdasarkan pantauan di lokasi pada Rabu siang, bangkai ikan terlihat tersebar di sejumlah titik sepanjang aliran sungai. Konsentrasi ikan mati paling banyak ditemukan di area belakang Dusun Jati, Desa Lepadi.

Fenomena itu dengan cepat menjadi perhatian masyarakat sekitar. Warga berdatangan ke bantaran sungai untuk menyaksikan langsung kondisi tersebut, sementara sebagian lainnya terlihat mengumpulkan ikan yang mengapung di permukaan air.

Seorang warga berinisial IR menuturkan, dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat kembali dari sawah pada pagi hari. Ia mengaku terkejut melihat banyaknya ikan yang mati dan tersebar di sepanjang aliran sungai.

“Saya lihat saat pulang dari sawah pagi tadi. Banyak ikan mengapung dalam keadaan mati. Saya sendiri tidak berani mengambilnya,” ujarnya.

Peristiwa kematian ikan dalam jumlah besar itu menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Pasalnya, Sungai Lepadi merupakan jalur aliran air yang melintasi sejumlah wilayah, mulai dari Desa Ranggo di Kecamatan Pajo hingga Desa Kareke di Kecamatan Dompu, sehingga dampaknya dikhawatirkan menjangkau kawasan yang lebih luas.

Sampai saat ini, penyebab pasti insiden tersebut masih menjadi tanda tanya. Namun, muncul dugaan bahwa kematian ikan berkaitan dengan limbah hasil pengolahan emas tradisional yang selama ini beraktivitas di wilayah Kecamatan Pajo.

Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Desa Lepadi, Sudirman Ahmad, menegaskan bahwa pemerintah desa masih melakukan penelusuran lebih lanjut dan belum dapat menarik kesimpulan mengenai penyebab utama kematian ikan tersebut.

“Kami belum bisa memastikan penyebabnya. Apakah karena diracun atau ada indikasi pencemaran dari limbah tertentu, itu masih harus dicek terlebih dahulu,” katanya.

Di kawasan Desa Lepadi, aktivitas pengolahan material tambang tradisional memang diketahui berlangsung di sejumlah titik. Pengolahan dengan sistem tong berada di area pertanian yang terletak di pinggiran desa, sementara beberapa unit gelondong skala kecil juga masih beroperasi.

Di sisi lain, Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu menyatakan akan segera turun tangan untuk melakukan penyelidikan terhadap peristiwa tersebut. Langkah itu dilakukan guna memastikan penyebab kematian ikan yang terjadi secara mendadak di Sungai Lepadi.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dompu, Moh. Syaukani, menjelaskan bahwa timnya akan melakukan pemeriksaan lapangan sekaligus mengambil sampel yang diperlukan untuk mengetahui apakah terdapat unsur pencemaran atau faktor lain yang memicu kejadian tersebut.

“Nanti akan kami periksa. Apakah memang ada indikasi tercemar limbah atau ada faktor lain. Yang jelas, peristiwa ini akan kami tindak lanjuti untuk mengetahui penyebab pastinya,” tegasnya.