Pengmas SKSG UI Dorong Forum Anak Tirtajaya Cintai Lingkungan dengan Pilah Sampah

0
2

KABARLAGI.COM, Program pengabdian masyarakat (pengmas) Sekolah Kajian Stratejik dan Global Universitas Indonesia (SKSG UI) terus berkomitmen untuk berkontribusi dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat di masyarakat. Salah satunya melalui pendampingan terhadap lingkungan.
 
Dosen pembimbing kegiatan pengmas SKSG UI, Dr. Lin Yola mengatakan kepedulian terhadap lingkungan perlu dipupuk sejak usia dini dengan cara memonitoring setiap harinya. Sebagai langkah nyata, pihaknya bersama mahasiswa pasca-sarjana dari beberapa fakultas akan melakukan edukasi terhadap anak-anak dan remaja yang berada di kelurahan Tirtajaya, kecamatan Sukmajaya, kota Depok.
 
Menurut Dr. Lin Yan, anak-anak dan remaja sedari awal harus kita tanamkan untuk mencintai lingkungan sedari dini. Kegiatan pengmas SKSG UI kali ini mencoba memberikan kesadaran kepada masyarakat yang mana dimulai dulu pada forum anak di lapisan anak untuk menjaga lingkungan terutama dalam pemilihan sampah yang dimulai dari skala rumah tangga. Bagaimana memilah sampah organik non organik. Nantinya kita lanjutkan kepada pengolahan sampahnya di lingkungan kelurahan Tirtajaya.
 
“Di tengah pandemi Covid-19, hampir semua aktivitas dilakukan dari rumah. Baik bekerja melalui Work from Home (WFH), dan belajar dari rumah. Sehingga berpotensi sampah rumah tangga menumpuk setiap hari. Nah, bagaimana kita menciptakan kesehatan lingkungan dimulai dari rumah tangga dengan memilah sampah. Misalnya bisa me-recyle sampah, dan seterusnya,” kata Dr. Lin Yan dalam webinar bertajuk ‘Menuju Generasi Melek Lingkungan Sedari Dini’ yang digelar oleh SKSG UI, Sabtu (24/10).
 
Dr. Lin Yan mengatakan, tujuan kegiatan ini nantinya untuk megendalikan sampah di kota Depok demi terwujudnya Zero Waste City. Ia menambahkan, nantinya para akademisi akan turun ke lapangan untuk bisa membantu pendampingan ke masyarakat. Ini menjadi salah satu ujung tombak kita. Kita harapkan kegiatan ini tak berhenti di sini.
 
“Tahun depan bisa dilanjutkan dengan proses pengolahan sampahnya dengan melibatkan dinas terkait, organisasi masyarakat, dan pihak-pihak lain. Kami berterima kasih kepada pak lurah Kelurahan Tirtajaya dan stakeholders terkait yang mendukung kegiatan pengmas UI dari tahun sebelumnya sampai sekarang ini,” ujarnya.
 
Sementara itu, lurah kelurahan Tirtajaya, M. Imron dalam sambutannya meyakini, bahwa sinergitas antara akademisi SKSG UI dengan kelurahan Tirtajaya dalam kegiatan pengmas SKSG UI ini akan memberikan manfaat bagi masyarakat Tirtajaya dan kota Depok umumnya.
 
“Kami terbuka bagi siapapun, termasuk akademisi UI untuk memberikan edukasi lingkungan di kalangan anak-anak dan remaja,” kata M. Imron.
 
Diketahui, setiap harinya Kota Depok menghasilkan sampah sebanyak 1.300 ton/hari jika dikalkulasi warga Depok yang berjumlah kurang lebih sekitar 2,2 juta jiwa, maka diperkirakan setiap orang menghasilkan 0,6 – 0,8kg sampah/harinya. Dan hal hal yang menjadi perhatian adalah produksi sampah terbesar di Kota Depok berasal dari sektor rumah tangga.