Progres Smart City Kota Depok Capai 75 Persen, Ini Inovasi yang Dilakukan Pemkot Depok

0
51

KabarLagi.Com- Progres pengembangan Smart City di Kota Depok sudah mencapai 75 persen. Menurut Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono, sejumlah inovasi sudah dilakukan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dalam berbagai dimensi yang ada pada program Smart City.

“Pada dimensi Smart Living kami mengembangkan wifi Depok Bersahabat yang tersebar di 128 titik. Namun, ketika pandemi anak-anak harus melakukan pembelajatan jarak jauh (PJJ), maka dilakukan perluasan infrastruktur menjadi 1.834 titik. Atau dalam satu RW terdapat dua titik wifi untuk PJJ yang banyak ditiru oleh wilayahh lain,” tuturnya pada Selasa (24/11/20).

Sidik menambahkan, ada aplikasi Kampung Siaga Covid-19 (KSC) atau Pusat Informasi Dara Covid-19 Kota Depok (Picodep) juga merupakan keunikan yang dimiliki Depok yang tidak dimiliki kota lain. Apllikasi ini bertujuan untuk mengkomunikasikan informasi dari Satgas Covid-19 Kota Depok ke masyarakat di RW.

“Dengan menggunakan aplikasi ini, warga bisa mengakses data yang dibutuhkan untuk mengetahui jumlah terbaru dan sebaran Covid-19 di Kota Depok,” jelasnya.

Tidak hanya itu, ujarnya, Kota Depok juga mengembangkan Smart Economy. Pada Smart Economi ini, pihaknya mengembangkan pasar online yang bisa diakses melalui aplikasi Whatsapp. Selain itu, juga membuka D’Comart di lima titik dan mengembangkan program Swadep atau Swalayan Depok.

“Kami juga mengembangkan market place khusus Kota Depok dengan nama Berjubel atau bertemunya penjual dan pembeli. Nanti mereka secara daring dapat menawarkan produknya. Namun, saat ini masih dalam proses pengembangan,” katanya.

Sidik berharap, rencana aksi yang sudah ditetapkan dapat dicapai 100 persen pada tahun depan. Lalu, agar tersebut dapat tercapai seluruh stakeholder diminta untuk meningkatkan kolaborasi.

“Smart City bertujuan menyelesaikan masalah kota secara mandiri dengan melibatkan semua sumber daya yang ada di Kota Depok. Untuk itu, Smart City harus menjadi tanggung jawab bersama, baik dari akademisi, pengusaha, komunitas, pemerintah dan media,” tandasnya.