Peduli Negeri, UI Luncurkan 280 Program Pengabdian Masyarakat

0
48

KabarLagi.Com –Setelah vakum turun ke masyarakat melakukan aktivitas pengabdian masyarakat selama periode pandemi Covid-19, hari ini (Senin, 15 Agustus 2022) Universitas Indonesia (UI) melalui Direktorat Pengabdian dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPM) meluncurkan kegiatan Pengabdian Masyarakat dan Pemberdayaan Masyarakat 2022 yang akan melaksanakan 318 program. Sebagai sebuah perguruan tinggi, pengabdian masyarakat merupakan salah satu tugas selain pendidikan dan penelitian.

 

Pada acara peluncuran yang dilakukan di Makara Art Center (MAC) UI, Kampus Depok, tersebut turut hadir secara daring empat keynote speaker, diantaranya Menteri Sosial RI Dr. (H.C.) Ir. Tri Rismaharini, M.T., Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah RI Drs. Teten Masduki, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI Dr. (H.C.) Drs. H. Abdul Halim Iskandar, M.Pd., dan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati, S.E., M.Si.

 

DPPM memperkenalkan program pengabdian masyarakat unggulan UI di berbagai daerah di Indonesia, mulai dari bidang kesehatan, lingkungan, energi, sosial, budaya, dan lain sebagainya. Program-program tersebut melibatkan ratusan tim pengmas yang terdiri dari sivitas akademika, dosen, dan mahasiswa.

 

“UI sebagai lembaga pendidikan tinggi terkemuka yang dekat di hati masyarakat dengan kekayaan sumber dayanya, menjadi tumpuan harapan dari banyak pihak untuk mengambil peran lebih besar dalam penanganan persoalan-persoalan kompleks yang tengah dihadapi Indonesia. Oleh karena itu, kami seluruh sivitas akademika UI terus berupaya memberikan kontribusi untuk mengatasi persoalan yang dihadapi bangsa,” ujar Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UI, drg. Nurtami, Ph.D., Sp,OF(K).

 

Lebih lanjut, drg. Nurtami menyampaikan bahwa UI membuka diri untuk berbagai bentuk kerja sama dalam hal riset, inovasi, kerja sama CSR, dan program lainnya yang dapat membantu untuk menyelesaikan masalah dan memberdayakan masyarakat.

UI menggunakan pendekatan quintuple helix sebagai model interaksi antarpihak dalam pengembangan peran eksternal. “Kelima helix, mulai dari Pemerintah, dunia usaha, dunia akademis/kampus, dan masyarakat, harus saling bersinergi untuk mewujudkan Indonesia yang lebih baik dan lebih sejahtera. Itu semua dilakukan dengan tetap memperhatikan lingkungan sebagai unsur penunjang yang perlu dipastikan agar dapat bersinergi dan tidak berbenturan dengan solusi-solusi yang akan diberikan dalam upaya penyelesaian berbagai masalah yang ada,” ujarnya lagi.