UMMaT Gelar Matrikulasi Pascasarjana 2024: Persiapan Mahasiswa Hadapi Tantangan Pendidikan Nasional dan Global

0
762

Mataram, 5 September 2024 – Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMaT) menggelar acara Matrikulasi bagi mahasiswa baru Program Pascasarjana di Aula Pascasarjana UMMaT. Acara tersebut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, termasuk Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) NTB, Ketua Badan Pembina Harian (BPH) UMMaT, Rektor UMMaT, Drs. Abdul Wahab, M.Ag, Direktur Pascasarjana, Dr. Lukman, serta Ketua Panitia Matrikulasi, Dr. Nurjanah.

Rektor UMMaT, Drs. Abdul Wahab, M.Ag, dalam sambutannya menyoroti perubahan besar dalam sistem akreditasi perguruan tinggi yang akan diberlakukan mulai tahun depan. “Tahun depan akan ada perubahan besar dalam akreditasi, di mana sistem akreditasi tidak lagi menggunakan skala A, B, C, D, melainkan hanya akreditasi atau tidak terakreditasi. Ini tentu menjadi tantangan bagi perguruan tinggi, termasuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah yang unggul,” ungkapnya.

Meski banyak perguruan tinggi lain mengalami penurunan jumlah mahasiswa, UMMaT berhasil menjaga stabilitasnya. “UMMaT tetap menunjukkan stabilitas jumlah mahasiswa. UMMaT juga masuk dalam 10 besar di wilayah NTB, Bali, dan NTT sebagai kampus yang sangat bagus dan berkualitas,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Pascasarjana, Dr. Lukman, menekankan pentingnya mahasiswa baru untuk tetap fokus menyelesaikan studi meski dihadapkan pada berbagai aktivitas di luar kampus. Dalam sambutannya, ia juga memaparkan empat isu kesenjangan dalam dunia pendidikan nasional yang perlu mendapatkan perhatian khusus:

1. Sumber Daya Manusia (SDM) – Terdapat ketimpangan dalam kualitas SDM di dunia pendidikan yang memerlukan peningkatan kapasitas dan kompetensi.

2. Tenaga Kependidikan – Kualitas tenaga pendidik harus terus ditingkatkan untuk menunjang proses belajar mengajar yang lebih efektif.

3. Pendidikan Inklusif bagi Penyandang Disabilitas – Pendidikan bagi penyandang disabilitas sering kali terabaikan, dan perlu upaya serius untuk menjamin akses dan kesempatan belajar yang setara.

4. Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) – Pemanfaatan teknologi belum merata, padahal TIK menjadi kunci penting dalam pembelajaran modern, termasuk dalam sistem blended learning yang diterapkan di Pascasarjana UMMaT.

 

Dr. Lukman juga menekankan pentingnya menyelesaikan tugas kuliah dengan baik, hadir secara konsisten, dan terus berkomitmen untuk belajar.

Ketua Panitia Matrikulasi, Dr. Nurjannah S, MH, dalam sambutannya menyampaikan bahwa matrikulasi ini adalah langkah awal bagi mahasiswa baru untuk beradaptasi dengan lingkungan akademik. “Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) pada level magister diharapkan mampu menguasai teori-teori dasar sehingga dapat menyelesaikan berbagai problematika di masyarakat melalui metode yang tepat dan responsif, khususnya terkait hukum, lingkungan, dan pendidikan dasar,” jelasnya.

Adapun jumlah mahasiswa baru Pascasarjana UMMaT tahun ini, Program Studi Hukum mencatat 17 mahasiswa, Pendidikan Dasar (Pendas) 7 mahasiswa, dan Lingkungan 8 mahasiswa.

Acara matrikulasi ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru dalam mempersiapkan diri menghadapi tantangan studi di jenjang magister, sembari mendalami teori dan praktik di bidang hukum, lingkungan, dan pendidikan dasar sebagai Fase Pradotoral.