Wamen PKP Fahri Hamzah: Rumah Layak Huni untuk MBR, Ikhtiar Mengentaskan Kemiskinan di NTB

0
290
Wamen Fahri Hamzah Gelar Rakor di NTB/Dok Humas Prof NTB

KabarLagi.Com — Wakil Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Republik Indonesia, H. Fahri Hamzah, SE., menggelar Rapat Koordinasi bersama Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) pada 17 Januari 2025 di Gedung Graha Bhakti Praja. Rakor tersebut membahas program gotong royong pembangunan rumah bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) di wilayah NTB.

Dalam kesempatan itu, Wamen Fahri menegaskan bahwa program pembangunan rumah untuk MBR merupakan salah satu kebijakan strategis dari Presiden dan Wakil Presiden Indonesia dalam rangka mengurangi angka kemiskinan. Ia juga menyampaikan bahwa komitmen Presiden Prabowo untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat tidak perlu diragukan dan membutuhkan dukungan penuh dari semua pihak, terutama pemerintah daerah sebagai pelayan masyarakat.

Sebagai putra daerah Samawa, Wamen Fahri meminta Pemprov NTB untuk mempersiapkan program ini secara maksimal, mengingat NTB akan dijadikan percontohan bagi provinsi lainnya di Indonesia. Ia juga mengingatkan pentingnya penyusunan data yang valid dan perencanaan yang matang agar rumah yang dibangun benar-benar layak huni dan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat yang membutuhkan.

“Rumah yang akan dibangun nantinya berbentuk rumah susun dengan fasilitas yang memenuhi standar kelayakan. Program ini ditujukan untuk masyarakat berpenghasilan rendah yang tinggal di wilayah pesisir, pedesaan, maupun perkotaan,” ujar Wamen Fahri. Ia juga menambahkan bahwa program ini turut berkontribusi dalam menjaga keberlanjutan lahan produktif demi mendukung swasembada pangan di masa depan.

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur NTB, Hassanudin, menyambut baik penunjukan Provinsi NTB sebagai pilot project program ini. Ia menyatakan kesiapan pemerintah daerah dalam menyambut dan mengimplementasikan setiap program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Menurut Pj Gubernur Hassanudin, penunjukan NTB sebagai model percontohan memberikan motivasi bagi Pemprov untuk terus memanfaatkan peluang dalam memajukan masyarakat. Ia berharap program ini dapat menjadi solusi atas berbagai masalah sosial, khususnya dalam mengurangi kemiskinan ekstrem.

“Kami siap menyambut dan memanfaatkan peluang dari program yang telah disampaikan oleh Pak Wamen,” tutupnya.