KabarLagiBima – Hujan deras yang disertai kilat dan angin kencang melanda wilayah Kabupaten Bima pada Senin (20/01) siang, mengakibatkan bencana banjir bandang dan tanah longsor di sejumlah kecamatan. Curah hujan tinggi yang terjadi sejak pukul 11.45 hingga 14.45 WITA menyebabkan sungai-sungai meluap, merendam pemukiman warga, lahan pertanian, tambak, serta infrastruktur umum.
Kepala BPBD Kabupaten Bima, H Isra mengatakan berdasarkan laporan di lapangan, daerah yang terdampak meliputi Kecamatan Woha, Sanggar, Palibelo, dan Monta. Ketinggian banjir berkisar antara 30 hingga 70 cm, menyebabkan gangguan aktivitas masyarakat dan lalu lintas.
Di Kecamatan Woha, Desa Pandai menjadi salah satu wilayah yang terdampak. Banjir setinggi lutut orang dewasa melanda empat dusun, merendam 147 rumah dan menyebabkan kerusakan pada lahan pertanian serta tambak warga. Hal serupa terjadi di Desa Risa, Dadibou, dan Penapali. Di Desa Dadibou, sebanyak 386 rumah terdampak, termasuk asrama santriwati Pondok Pesantren Al-Wafa, kompleks Kantor Bupati Bima, dan Masjid Agung.
Kemudian Di Desa Sandue, Kecamatan Sanggar, 61 rumah warga terendam banjir akibat meluapnya sungai. Warga telah mulai membersihkan lumpur, sementara pendataan kerusakan lahan pertanian masih dilakukan.
Sedangkan di Kecamatan Palibelo juga mengalami banjir signifikan. Di Desa Teke, sebanyak 772 rumah terendam, sementara di Desa Belo, banjir setinggi 70 cm melanda 309 rumah yang dihuni oleh 969 jiwa.
Banjir juga melanda Desa Sakuru, Kecamatan Monta. Luapan air dari sungai Sakuru menyebabkan pemukiman, jalan, dan lahan pertanian warga terendam.
Ia menghimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi hujan susulan yang berisiko memperparah kondisi. BPBD juga mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan sungai dari sampah yang dapat memperparah banjir.
