Guru Besar UMMAT: Daripada Kelola Tambang, Universitas Lebih Baik Fokus Cetak SDM Unggul

0
419
Prof. Joni Safaat Adiansyah, ST., M.Sc., Ph.D

 

KabarLagiMataram – Guru Besar Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT), Prof. Joni Safaat Adiansyah, ST., M.Sc., Ph.D, menilai bahwa perguruan tinggi tidak perlu terlibat dalam pengelolaan tambang. Menurutnya, pengelolaan pertambangan merupakan industri yang kompleks dan memiliki risiko tinggi, yang seharusnya tetap berada di tangan pihak yang benar-benar berpengalaman dalam bidang tersebut.

“Industri tambang memerlukan investasi besar, dari tahap eksplorasi hingga reklamasi. Selain itu, risiko finansial, keselamatan kerja, dan dampak lingkungan sangat tinggi. Perguruan tinggi yang tidak memiliki pengalaman lapangan akan kesulitan menerapkan Good Mining Practices (GMP) secara optimal,” ujarnya. Jumaat (7/2/2025).

Selain itu, ia menyoroti tantangan dalam menjaga independensi universitas jika ikut terlibat dalam pengelolaan tambang. “Universitas memiliki peran akademik dan penelitian, termasuk sebagai pengawas lingkungan. Jika mereka sendiri yang mengelola tambang, siapa yang akan mengawasi dampak lingkungannya? Hal ini bisa menimbulkan konflik kepentingan,” tegasnya.

Prof. Joni juga mengingatkan bahwa keterlibatan universitas dalam industri tambang bisa membuka celah bagi masuknya kepentingan swasta yang hanya mengejar keuntungan. “Jika modalnya berasal dari swasta, apakah mereka akan benar-benar menjalankan tambang dengan prinsip keberlanjutan? Jangan sampai tambang yang dikelola universitas justru lebih buruk dari tambang swasta dalam hal keselamatan kerja dan lingkungan,” katanya.

Sebagai solusi, ia menyarankan agar pemerintah mewajibkan perusahaan tambang untuk membina universitas dengan jurusan pertambangan di sekitar wilayah operasi mereka. “Daripada universitas mengelola tambang, lebih baik perusahaan pertambangan diberi tanggung jawab untuk membina perguruan tinggi yang memiliki program studi pertambangan. Ini akan membantu meningkatkan kualitas SDM tanpa mengorbankan independensi universitas,” tambahnya.

Dengan kebijakan seperti ini, kata Prof. Joni, universitas tetap dapat berkontribusi dalam industri pertambangan, tetapi dalam kapasitas yang sesuai dengan fungsinya. “Universitas sebaiknya tetap menjadi lembaga pendidikan dan penelitian yang mencetak tenaga kerja unggul, bukan menjadi operator tambang yang penuh risiko,” pungkasnya.