Sering Dilanda Bencana Banjir, Sekjen IKRA Nusantara Serukan Revolusi Hijau Untuk Bima

0
611

KabarLagi.Com — Beberapa tahun terakhir, Kota dan Kabupaten Bima menjadi daerah langganan banjir yang cukup ekstrim, bahkan, sampai pada hari kamis 06, April kemarin. Ketika seluruh masyarakat di Dunia sedang menikmati ngabuburit dan indahnya buka puasa bersama, masyarakat Kota Bima malahan diterpa banjir bandang.

Banjir yang terjadi di Daerah Bima dan sekitarnya tergolong menjadi banjir yang cukup parah, terhitung sejak terjadinya banjir bandang pada 2016, sampai dengan saat ini. Sudah banyak kerusakan baik fasilitas umum, perumahan warga dan juga korban jiwa.

Terjadinya banjir ini tidak terlepas dari kurangnya penanganan yang baik terhadap hutan-hutan yang ada di Bima, sehingga gunung dan bukit yang ada di sebagian besar wilayah Bima sudah di rambah untuk kepentingan pertanian terutama jagung.

Menanggapi fenomena ekstrim tersebut, Sekjen Ikra Nusantara, Hasbi  menyerukan agar adanya revolusi hijau. Sebab kata dia kondisi ini sudah sangat krodit dan kritis.

“Harus ada pengendalian yang baik untuk pemulihan hutan yang ada di Bima menjadi hutan yang Hijau kembali. Kita perlu langkah-langkah strategis untuk bagaimana hutan-hutan kita menjadi kembali hijau, saya mungkin tidak banyak tau tentang itu, namun perlu langkah-langkah praktis dan cepat untuk melakukan revolusi hijau hutan,” Ucapnya

Menurutnya ada beberapa langkah yang coba di tawarkan untuk mengembalikan kondisi hutan di Bima. Hal yang pertama kata dia yaitu masyarakat dan stake holder untuk melakukan revolusi hijau hutan atau pemulihan hutan yang terdegradasi.

“Perlu penanaman-penanaman ulang terhadap hutang yang sudah rusak tersebut,”katanya.

Kedua harus ada pengelolaan hutan yang baik oleh masyarakat sehingga tanah dan air yang dihasilkan oleh hutan yabg sehat dapat bermanfaat juga bagi masyarakat.

” Ketiga peningkatan produktifitas hutan, yaitu harus ada penanaman pohon-pohon produktif dan bermanfaat untuk jangka panjang, seperti tanaman obat, buah-buahan,”ungkapnya

Yang selanjutnya adalah harus memberi pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat bahwa hutan itu sangat penting, serta kebijakan dari pemerintah harus berpihak kepada revolusi hijau hutan agar keberlangsungan hidup manusia di sekitar kita bisa bertahan, air mengalir, udara yang bagus hutan yang lebat.

” Terakhir yaitu petani-petani harus di berikan lapangan pekerjaan, harus di pikirkan oleh pemerintah agar para petani tidak lagi merambah hutan dan menggunduli hutan,”. Lanjutnya.

Selain itu musibah banjir yang terjadi di Bima memang tida lepas dari perambahan hutan oleh masyarakat secara berlebihan terutama untuk para petani jagung yabg ada di Bima.

“hal ini terjadi akibat dari masyarakat yang hidupnya terbentur dengan masalah ekonomi dan sulitnya lapangan pekerjaan,”

Ia berharap, pemerintah segera memikirkan dan mengeksekusi lapangan pekerjaan untuk para petani, menghasilkan kebijakan yang pro terhadap perbaikan hutan serta berpihak kepada masyarakat Bima secara Umum.