KabarLagi.Com–Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu malam (2/2/2025) mengakibatkan banjir besar di Desa Nanga Wera dan Desa Wora. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam, aktivitas masyarakat lumpuh total, serta enam orang dilaporkan hilang. Situasi ini memicu respons cepat dari aparat kepolisian yang langsung turun ke lokasi untuk membantu evakuasi warga terdampak.
Sebagai langkah tanggap darurat, jajaran Polres Bima segera menyalurkan bantuan berupa makanan siap saji bagi warga yang mengungsi. Proses evakuasi dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari personel kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta masyarakat setempat. Upaya ini bertujuan untuk memastikan keselamatan warga serta memberikan pertolongan pertama bagi mereka yang terdampak.
Kapolres Bima Kota, AKBP Didik Putra Kuncoro, S.I.K., M.Si., menyampaikan bahwa kehadiran aparat kepolisian dalam situasi darurat merupakan wujud nyata kepedulian terhadap masyarakat. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan terus berupaya memberikan bantuan maksimal, baik dalam proses evakuasi maupun pencarian korban yang masih dinyatakan hilang.
Pencarian terhadap korban yang hilang terus dilakukan oleh tim gabungan yang terdiri dari Polres Bima, BPBD, serta relawan dari masyarakat. Dengan peralatan yang tersedia, mereka menyisir wilayah yang terdampak banjir, termasuk area yang sulit dijangkau akibat arus yang deras dan medan yang licin. Masyarakat diimbau untuk tetap waspada serta melaporkan jika menemukan tanda-tanda keberadaan korban.
Selain upaya penyelamatan, pemerintah daerah bersama tim penanganan bencana juga menyiapkan langkah-langkah untuk membantu warga yang kehilangan tempat tinggal. Posko pengungsian telah didirikan di beberapa titik strategis guna menampung para korban terdampak. Pemerintah setempat juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mendistribusikan bantuan logistik, termasuk selimut, pakaian, dan kebutuhan dasar lainnya.
Untuk mencegah kejadian serupa di masa mendatang, pihak berwenang berencana melakukan evaluasi terhadap sistem drainase dan tata kelola lingkungan di wilayah terdampak. Langkah mitigasi bencana, seperti normalisasi sungai dan peningkatan kesadaran masyarakat akan bahaya banjir, menjadi fokus utama dalam penanganan jangka panjang. Diharapkan, melalui sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, kejadian serupa dapat diminimalkan di masa mendatang.
sumber: infopolda ntb
