Banjir Besar di Bima, Warga Sangiang Cemas Tebing Sungai Kian Tergerus

0
477
Lima mahasiswa Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT) Magang di Taiwan

KabarLagi.Com –Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat, pada Minggu malam (2/2/2025) menyebabkan banjir besar di Desa Nanga Wera dan Desa Wora. Akibatnya, puluhan rumah warga terendam, aktivitas lumpuh, dan enam orang dilaporkan hilang. Selain itu, dampak banjir juga dirasakan oleh warga Desa Sangiang, khususnya mereka yang tinggal di sepanjang bantaran sungai.

Warga Desa Sangiang kini mulai was-was lantaran tebing sungai yang sebelumnya berfungsi sebagai penahan arus telah terkikis derasnya air saat banjir terjadi. Saat ini, jarak antara rumah warga dan tebing sungai hanya tersisa satu meter, memicu kekhawatiran akan potensi longsor yang dapat mengancam pemukiman mereka.

Seorang warga, Ina Dia  yang tinggal di sekitar tebing mengungkapkan kecemasannya. Menurutnya, bronjong yang sebelumnya dipasang sebagai penguat tebing kini telah hanyut terbawa banjir. “Sekarang jarak rumah kami sudah sangat dekat dengan tebing. Kami sangat khawatir karena tidak ada lagi penahan. Kami berharap situasi ini segera diperhatikan oleh pemerintah,” ujarnya saat dihubungi. Selasa (4/2/2025).

Anggota BPD Sangiang Perwakilan Dusun Bronjong daerah terdampak, Syharul  membenarkan kondisi tersebut. Ia mengakui bahwa jarak antara tebing sungai dan permukiman warga kini sudah sangat dekat dan mengancam keselamatan mereka. “Iya, benar. Tebing yang terkikis ini sudah sangat dekat dengan pemukiman warga. Kami khawatir jika terjadi hujan deras lagi, beberapa rumah bisa terdampak,” katanya.

Menanggapi kondisi ini, warga berharap ada tindakan cepat dari pemerintah daerah untuk mencegah potensi bencana yang lebih besar. Mereka meminta agar bronjong atau penahan tebing segera diperbaiki dan diperkuat guna menghindari risiko longsor yang dapat menghancurkan rumah-rumah di sekitar tebing.

Sementara itu, tim gabungan dari kepolisian dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) masih fokus melakukan evakuasi korban dan pencarian enam warga yang hilang akibat banjir.

Dengan kondisi cuaca yang masih berpotensi hujan, warga diimbau untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi pergerakan tanah atau tanda-tanda longsor di sekitar tebing. Pemerintah diharapkan segera turun tangan untuk memberikan solusi jangka panjang agar kejadian serupa tidak berulang dan warga dapat tinggal dengan aman di lingkungan mereka.