Kolaborasi Bali–NTB–NTT Jadi Arah Baru Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Timur Indonesia

0
273

KabarLagi.Com— Kerja sama antara Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT) diharapkan menjadi model kolaborasi regional yang produktif di Indonesia. Sinergi tiga provinsi ini ditujukan untuk memperkuat kawasan Bali–Nusra sebagai lokomotif pertumbuhan ekonomi, pusat pariwisata internasional, serta penggerak kesejahteraan masyarakat di wilayah timur Indonesia.

Hal ini disampaikan oleh Kepala Bappeda NTB, Dr. Ir. H. Iswandi, M.Si, dalam kegiatan Bincang Kamisan edisi ke-16 yang mengangkat tema Urgensi Kerja Sama Regional Bali, NTB, dan NTT (KR BNN) dalam Percepatan Pertumbuhan Ekonomi Kawasan Indonesia Timur. Acara yang digelar di UPTD Pusat Layanan Digital NTB ini juga menghadirkan Sekretaris Dinas Pariwisata NTB, Mulki, S.STP., M.M, sebagai narasumber.

Menurut Iswandi, kerja sama regional ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan tiga gubernur yang sebelumnya digagas di Bali. Fokus utamanya ialah menyatukan arah pembangunan kawasan Bali–Nusra agar menjadi koridor pariwisata dan ekonomi kreatif bertaraf internasional.

“Gubernur NTB, L. Muhammad Iqbal, menargetkan akselerasi pertumbuhan ekonomi hingga delapan persen melalui kerja sama lintas wilayah yang terukur dan berkelanjutan,” ungkap Iswandi. Ia menambahkan bahwa NTB akan menjadi tuan rumah pertemuan lanjutan pada November mendatang untuk memperkuat rencana kerja konkret KR BNN.

Dalam kerangka kerja sama ini, ketiga daerah akan memegang peran strategis masing-masing, Bali sebagai pusat pariwisata budaya, NTB sebagai pusat wisata petualangan, dan NTT sebagai pusat wisata bahari. Integrasi transportasi darat, laut, dan udara akan menjadi kunci untuk memperlancar arus barang, jasa, dan wisatawan antarprovinsi.

Lebih jauh, Iswandi menegaskan bahwa kolaborasi ini tidak terbatas pada sektor pariwisata semata. Ada 15 komoditas pertanian dan 14 komoditas kelautan yang akan dikelola dalam kerangka perdagangan antarprovinsi. “Seluruh perangkat daerah harus berorientasi lintas wilayah, bukan sektoral. Tujuannya agar tercipta neraca perdagangan yang saling melengkapi antara Bali, NTB, dan NTT,” tegasnya.

Kerja sama ini juga akan dipertegas melalui penandatanganan dokumen resmi oleh tiga gubernur, yang menandai awal implementasi program bersama pada tahun 2026 mendatang.

Selain sektor ekonomi, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) turut menjadi prioritas utama. Gubernur Iqbal disebut terus mendorong penguatan SDM pariwisata, keamanan, kebersihan, serta layanan publik agar mampu memenuhi standar global. “Pariwisata bukan sekadar promosi, tetapi pembangunan ekosistem yang utuh dan berkelanjutan,” kata Iswandi.

Dalam kesempatan yang sama, Sekdis Pariwisata NTB, Mulki, menyebut kolaborasi ini sebagai bentuk modern dari semangat kebersamaan provinsi-provinsi eks Sunda Kecil. Menurutnya, Bali yang selama ini menyumbang sekitar 60 persen kunjungan wisatawan nasional, diharapkan memberi multiplier effect positif bagi NTB dan NTT.

“Kita bukan bersaing, melainkan berkolaborasi. Tiga mutiara pariwisata Nusra Bali, NTB, dan NTT akan saling menguatkan,” ujarnya.

Mulki menjelaskan tiga program prioritas yang segera diwujudkan dalam kerangka KR BNN, yakni:

  1. Integrated Promotion Tourism, melalui pembuatan portal digital bersama untuk menampilkan konten promosi dan destinasi unggulan ketiga daerah.

  2. Integrated Event Calendar, yakni penyusunan kalender kegiatan bersama yang akan diluncurkan pada Desember 2025 di Kementerian Pariwisata RI. NTB juga akan menggelar Lombok-Sumbawa Travel Fair sebagai mitra Bali Beyond Travel Fair.

  3. Chance of Destination, berupa paket perjalanan wisata lintas provinsi Bali–NTB–NTT yang menawarkan pengalaman perjalanan terpadu.

Tak hanya pariwisata, kerja sama ini juga mencakup sektor perdagangan antar daerah. Hasil pertanian, perikanan, serta produk ekonomi kreatif masyarakat NTB yang banyak dikonsumsi di Bali akan masuk dalam rantai pasok regional yang lebih efisien dan saling menguntungkan.