Ini Kata Wali Kota Depok Terkait Perda Lgbt  

0
624

Depok –  Fraksi Partai Gerindra meminta kepada DPRD Kota Depok segera mengesahkan perda anti Lgbt. Menanggapi hal tersebut, Wali  Kota Depok, Muhammad Idris  mengatakan  perda anti Lgbt belum memiliki  kajian yang komprehensif. “Kita kaji dulu,  karena kajian nya tidak lengkap dan tidak komprehensif termasuk juga aturan perundangan diatas kan itu juga dilihat,” pungkasnya. 

Dijelaskan Idris,  perda  tentang Lgbt muncul pada saat dikeluarkan surat edaran tentang pembatasan aktifitas Lgbt setelah itu disuarakan di DPRD. ” Edaran saya dulu itu termasuk pembatasan aktifitas Lgbt. itu saya dulu keluarkan, dan itu dewan langsung respon masalah itu kan sinergi itu. Tinggal kita lihat kajian seperti apa,” pungkasnya.
Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak ingin mengatakan penting dan tidak terkait perda tersebut. Sebab harus ada kajian yang lebih dalam.
 “Penting dan tidak penting hal itu nanti kita lihat,  pada saat kajian baru saya bisa katakan penting dan tidak penting,” ungkapnya.
Sebelumnya,  Fraksi Partai Gerindra terus mendorong agar perda anti Lgbt disahkan oleh DPRD Kota Depok. Ketua Fraksi Partai Gerindra, Hamzah menegaskan bahwa pihaknya akan terus mendorong agar perda anti Lgbt segera disahkan oleh DPRD Depok.
 “Ini sudah lama diusulkan dan sudah hampir semua fraksi setuju termasuk Pdip,” katanya saat dikonfirmasi Akurat.Co. Senen (22/7).
Dijelaskan Hamzah, Fraksi Gerindra mengajukan perda anti Lgbt memiliki landasan yang kuat yaitu landasan Filosofi, Sosiologi dan Yuridis. Selain itu perda tersebut merupakan masukan dari masyarakat Kota Depok.

“Kita ajukan Raperda anti Lgbt punya landasan yang jelas dan aspirasi masyarakat. Dan semua fraksi sepakat, “katanya.

Selain itu, prilaku Lgbt tidak sesuai dengan pancasila yang menjunjung tinggi nilai dan norma agama dan kesusilaan. Sedangkan Lgbt adalah perilaku yang tidak sesuai dengan nilai tersebut.

” Tidak sesuai dengan nilai pancasila. Makanya perda anti Lgbt perlu disahkan, “ungkapnya

Alasan lain menurutnya adalah di Kota Depok,  fenomena Lgbt sudah ada dan bahkan telah ditemukan dibeberapa tempat. Ia juga membeberkan bahwa Komisi penanggulangan Aids Kota Depok mencatat peningkatan jumlah laki – laki berhubungan dengan sesama semakin banyak.

“Tercatat 2014 ada 4.932 gaya dan bertambah. Kini ada sekitar 5.791 gais, “kata dia.

“Dinas Kesehatan Kota Depok juga mencatat, penderita HIV atau AIDS di kota ini mencapai 168 orang periode September 2018. Jumlah itu didominasi penderita dengan prilaku seks menyimpang, yakni pria pecinta sesama jenis alias gay, ” ungkapnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini